Posted on

Arsene Wenger Bela Carneiro

Arsene Wenger Bela Carneiro

Arsene Wenger Bela CarneiroSikap kasar yang diberikan oleh Jose Mourinho yang memarahi dokter Chlesea yaitu Eva Carneiro, terus menuai kritik dari berbagai pihak. Kali ini giliran pelatih Arsenal yaitu Arsene Wenger yang mengomentari tindakan pelatih Jose Mourinho yang pernah melatih salah satu klub raksasa Portugal yaitu FC Porto.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa Jose Mourinho tidak senang ketika Eva Carneiro masuk lapangan untuk memberi perawatan kepada salah satu pemainnya yaitu Eden Hazard yang terkapar setelah menerima tekel dari salah satu pemain Swansea City. Hal itu dianggapnya akan membuat The Blues yang merupakan julukan Chelsea kehilangan kesempatan untuk memenangkan pertandingan.

Menurut mantan pelatih Nagoya Grampus Eight tersebut, apa yang dilakukan oleh Eva Carneiro sebenarnya sudahlah benar. Apalagi jika wasit sudah memberikan tanda agar medis untuk menangani pemain yang terkapar di lapangan, maka menurut rival Jose Mourinho itu, Eva Carneiro harus mematuhi hal tersebut.

“Itu adalah masalah internal klub. Hal ini cukup sulit dan jika Anda tak bersatu (untuk memecahkan masalah) maka segalanya akan bertambah sulit,” ujar Arsene Wenger seperti yang tekah dikutip dari Mirror pada Sabtu (15/8/2015).

“Kepercayaan dan kesatuan dalam klub membuat segalanya menjadi sangat kuat. Peraturannya jelas, jika wasit memberikan indikasi untuk medis masuk ke lapangan, maka mereka harus melakukannya,” jelas Arsene Wenger.

Jose Mourinho Mourinho yang memberikan larangan kepada Eva Carneiro untuk mendampingi Chelsea di partai melawan Manchester City. Eva Carneiro perempuan yang telah berusia 41 tahun tersebut juga dilarang hadir dalam sesi latihan serta hotel tempat team menginap saat menjalankan pertandingan tandang.

Posted on

Fabio Borini Ingin Turun Lapangan

Fabio Borini Ingin Turun Lapangan

Fabio Borini Ingin Turun Lapangan

Penyerang Italia ini membuka pintu lebar lebar untuk kesempatan dalam mencari kesempatan bergabung dengan club lain.

Keinginan buat mendapatkan jatah bermain reguler sebagai argumen di balik intensi Fabio Borini meninggalkan Liverpool saat bursa musim panas ini, begitu tutur Marco De Marchi sebagai agen si pemain.

Setelah kembali dari jangka waktu peminjaman yang berhasil di Sunderland saat 2013/14, Borini nyatanya masih tidak mendapat kepercayaan dari Brendan Rodgers. Dia menuntaskan kampanye Liga Primer Inggris 2014/15 dengan hasil cuma 12 pertandingan (3 starter), meraih hanya satu gol.

Akhirnya, striker Italia itu pun memutuskan untuk membuka pintu lebar lebar dem imencari kesempatan mencari peluang bergabung dengan club lain.

“Dia masih mempunyai sisa kontrak satu thn bersama Liverpool,” ucap De Marchi pada SportItalia.

“Dia tidak diberikan peluang buat bermain th ini, & kami sedang mengevaluasi apa yang bakal jadi proyek paling baik buat Fabio.”

“Dia mau turun bermain, untuk menunjukkan keahliannya, sama seperti yang sudah dilakukannya dalam sekian banyak thn terakhir, seperti halnya di Sunderland.”

Agen borini menyebut mantan penggawa AS Roma & Swansea City itu sama sekali tak kekurangan penggemar. Internazionale diyakini jadi salah satunya biarpun mereka belum bereaksi dengan cara nyata.

“Pemain ini telah menjadi perhatian oleh beberapa club Eropa, termasuk juga dari Italia. Kami tetap mengevaluasi, sebab tidak sedikit club berganti manajer & mesti menunggu tips dari pelatih mereka,” terangnya.

“Menurutku siapa saja yang menggaet Fabio bakal meraih kesepakatan yang bagus.”

“Internazionale? Aku baca di surat kabar bahwa direktur olahraga Piero Ausilio menyatakan dia menyukainya, namun aku belum menerima panggilan darinya.”