Posted on

Munchen Tanya Harga Di Maria

Munchen Tanya Harga Di Maria

Munchen Tanya Harga Di MariaKegagalan Bayern Munchen menjuarai Liga Champions pada musim ini membuat mereka harus bergerak dengan cepat memburu para pemain. Salah satunya dengan berminat kepada pemain yang terbaik di final Liga Champions pada musim 2013-2014 lalau yaitu Angel Di Maria.

Angel Di Maria yang merupakan pemain terbaik di final Liga Champions pada musim 2013-2014 lalu. Pada saat itu Real Madrid yang berjumpa dengan lawan team sekotanya yaitu Atletico Madrid dan Los Blancos yang merupakan julukan Real Madrid keluar sebagai pemenang. Performa pemain sayap internasional Argentina tersebut disebut legenda Manchester United yaitu Paul Scholes sebagai pemain terbaik di pertandingan tersebut.

Setelah pindah ke Manchester United dengan biaya yang mencapai 59,7 juga pounds, Angelito yang merupakan sapaan akrab Angel Di Maria belum kembali ke bentuk performa yang terbaiknya. Namanya pun kini terseret di bursa transfer pada musim panas 2015 dan Bayern Munchen menjadi salah satu klub peminat, bersama Paris Saint Germain.

Menurut SportBild pada Jumat (29/5/2015), melalui Direktur Teknis Bayern Munchen yaitu Michael Reschke yang telah menghubungi wakil presiden Manchester United yaitu Ed Woordward untuk menanyakan saol harga jual Angel Di Maria.

Juara Bundesliga pada musim 2014-2015 itu telah dikabarkan siap membayar 42 juta pounds, atau 17 juta pounds lebih rendah dari jumlah yang diberikan oleh The Red Devils pada musim panas yang lalu. Pelatih Louis van Gaal masih ingin mempertahankan Angel Di Maria di Old Trafford yang merupakan markas besar Manchester United dan apalagi mereka akan bertanding di Liga Champions pada musim depan.

Posted on

Janji Bale kepada Fans Madrid

Janji Bale kepada Fans Madrid

Janji Bale kepada Fans MadridGareth Bale telah melontarkan janjinya kepada para Madridista yang merupakan sebutan untuk fans Real Madrid dalam persiapan klubnya menyambut musim kompetisi pada musim 2015-2016. Pemain berkebangsaan Wales tersebut telah berjanji akan segera memperbaiki penampilannya bersama skuad Los Merengues yang merupakan julukan Real Madrid.

Seperti yang telah diketahui penampilan Gareth Bale saat bersama Real Madrid pada sepanjang musim ini memang jauh sekali dari kata mengesankan. Bagaimana tidak untuk ukuran pemain yang termahal di dunia yang telah mendapatkan 17 gol dan 12 assist dari 48 kali dalam pertandingan bukanlah prestasi yang dapat dibanggakan dari seorang Gareth Bale.

Kondisi tersebut pun memunculkan telah spekulasi mengenai manajemen Los Blancos yang telah berencana untuk memberhentikan Gareth Bale pada bursa transfer musim panas mendatang. Ditambah lagi sebagian para Madridista juga sudah merasa sangat kecewa berat dengan serangkaian performa yang sangat buruk Gareth Bale mantan pemain Tottenham Hotspur itu.

Melihat perihal tersebut, langsung saja mendapatkan komentar langsung dari Gareth Bale. Dia pun berjanji akan memperbaiki performa penampilannya dan sekuat tenaga untuk dapat membantu Real Madrid memenangkan gelar juara pada musim depan.

“Bukan pada akhir musim yang kami inginkan, Real Madrid selalu sangat ingin memenangkan berbagai gelar. Akan tetapi pada musim ini kami semua tampil sangat mengecewakan. Tidak hanya untuk para petinggi klub tetapi juga seluruh fans Real Madrid,” ucap Gareth Bale seperti yang telah dikutip Marca pada Kamis (28/5/2015).

“Maka dari itu saya akan lebih bekerja keras lagi sesudah musim ini dan saya akan menantikan untuk kembali pada musim depan yang lebih kuat bersama skuad Real Madrid. Itulah janji saya untuk seluruh pendukung klub Real Madrid dari seluruh dunia,” tutup Gareh Bale pemain yang telah berusia 25 tahun tersebut.

Posted on

Benitez Menanti Panggilan Madrid

Benitez Menanti Panggilan Madrid

Benitez Menanti Panggilan MadridRafael Benitez saat ini sedang menunggu tawaran dari team raksasa Spanyol yaitu Real Madrid untuk menjadi pelatih dari Cristiano Ronaldo dan teman-teman. Hal itu tidak terlepas dari kepastian Los Blancos yang telah memberhentikan Carlo Ancelotti dari kursi entrenador sebagai pelatih.

Sebagaimana yang telah diketahui pada Selasa (26/5/2015) dini hari WIB melalui Presiden Florentino Perez, Real Madrid resmi mengkhiri masa kerja Carlo Ancelotti di Santiago Bernabeu yang merupakan markas besar Real Madrid. Walau hanya berusia dua musim di Ibu Kota Spanyol, Don Carlo yang merupakan sapaan akrab Carlo Anchelotti yang telah memberikan empat gelar, termasuk trofi La Decima di Liga Champions.

Faktanya bahwa pencapaian tersebut belum saja cukup. Bahkan Florentino Perez selaku presiden dan orang nomor satu di Real Madrid, dia telah meyakini El Real yang merupakan julukan Real Madrid saat ini perlu memulai era baru dan mengganti pelatih menjadi sebuah langkah awal yang pasti.

Berbicara mengenai pengganti Carlo Ancelotti, Florentino Perez sangat terlihat setuju dengan wacana mencari pelatih yang sudah terbiasa berbahasa Spanyol. Secara tidak langsung, isyarat itu menuju kepada pelatih Napoli yaitu Rafael Benitez.

Kondisi mantan pelatih Valencia dan Liverpool di Sao Paolo saat ini juga sedang tidak bagus. Dia terlihat tidak mau memperpanjang kontraknya yang akan habis pada akhir musim ini seiring berkahirnya musim 2014-2015 ini. Menurut AS pada Selasa (26/5/2015), Rafael Benitez pelatih dengan usia 55 tahun itu sedang menunggu manajemen Los Blancos untuk menghubunginya langsung dan memberikan kontrak kepadanya.

Posted on

Bale Tidak Merasa Bahagia Bersama Madrid

Bale Tidak Merasa Bahagia Bersama Madrid

Bale Tidak Merasa Bahagia Bersama Madrid

Performa Gareth Bale di Real Madrid mengundang komentar dari mantan pelatihnya di timnas Wales, John Toshack. Toshack meyakini bahwa Bale tidak merasa bahagia bersama Madrid, Perwakilan Bale Jonathan Barnett dan Presiden Real Madrid Florentino Pérez bertemu pada Rabu untuk membahas masa depan pemain.

Setelah di musim perdananya sukses membawa Los Blancos menjuarai Copa del Rey dan Liga Champions, musim kedua Bale di Santiago Bernabeu berjalan tidak sesuai harapan seiring dengan kegagalan timnya berprestasi.

Bale dipahami ingin kejelasan tentang masa depannya sesegera mungkin dan telah menginstruksikan Barnett untuk mendapatkan pesan yang jelas dari Real, Namun, klub telah mencoba mengecilkan pertemuan, menyarankan itu hanya analisis musim Bale.

“Yang jelas adalah Bale sekarang jauh lebih baik daripada yang sekarang. Jauh lebih baik — tidak hanya sedikit,” kata Toshack kepada Marca. “Dengan Bale, segalanya tampak aneh. Saya tidak melihat dia bahagia.

Perez dikenal sebagai pendukung Bale, namun kerusuhan dari para fans dan hubungan yang buruk dengan Cristiano Ronaldo dikabarkan telah membuat masa depannya tidak pasti.

Dan ia harus ditampilkan pintu keluar, maka agen Bale akan membuang-buang waktu menyusun strategi keluar yang komprehensif dari Bernabeau, Bale telah bermain 48 kali untuk Madrid musim ini, mencetak 17 kali dan membuat 12

Posted on

Louis Sulit Untuk Membujuk David De Gea

Louis Sulit Untuk Membujuk David De Gea

Louis Sulit Untuk Membujuk David De Gea

Louis van Gaal mengakui akan sulit untuk membujuk David de Gea untuk tinggal di Manchester United tengah keraguan jika ia pernah akan bermain untuk klub lagi.

De Gea diberi tepuk tangan besar dengan United fans ketika dia diganti dengan cedera hamstring saat imbang 1-1 dengan Arsenal dan kemudian pada lap kehormatan setelah peluit akhir.

Tetapi manajer Van Gaal merasa daya tarik Real Madrid, yang ingin menandatangani berusia 24 tahun, bisa terlalu besar untuk Spanyol untuk menolak, Inggris telah menawarkan De Gea, yang saat kontraknya berakhir pada tahun 2016, kontrak baru yang menguntungkan dan Van Gaal telah memperingatkan mantan pemain Atletico Madrid ia mungkin tidak dicintai sedemikian rupa di Bernabeu.

Van Gaal mengaku tidak tahu jika Real mengajukan tawaran untuk De Gea, yang bergabung dengan United pada tahun 2011, dan menyarankan dia tidak berpikir kiper akan pulih tepat waktu untuk menghadapi Hull pekan depan.

“Saya tidak berpikir saya bisa membujuknya. Dia tahu segalanya apa yang dia pada saat di Manchester United jadi saya tidak harus mengatakan sesuatu dalam kepentingan Manchester United karena ia bisa merasakannya setiap hari. Anda telah melihat para fans :.. dipercaya Ketika dia pergi, dia kehilangan bahwa Di sini ia memiliki banyak kredit Dia harus memutuskan ”

“Cedera Nya adalah cedera hamstring sehingga harus sulit untuk bermain, tapi Anda tidak pernah tahu,” tambahnya.
Radamel Falcao, yang telah menghabiskan musim dipinjamkan ke Old Trafford, tampaknya melambaikan selamat tinggal kepada orang banyak ketika ia digantikan oleh Van Gaal, membantah keputusan telah mencapai masa depan Kolombia.

Posted on

Louis Van Gaal Minta Angel Di Maria Ubah Gaya Bermain

Louis Van Gaal Minta Angel Di Maria Ubah Gaya Bermain

Louis Van Gaal Minta Angel Di Maria Ubah Gaya Bermain

“Ketika pikiran seseorang terbuka terhadap instruksi, maka dia bisa berubah namun harus diakui mengganti kebiasaan bukan hal gampang.”

Winger Manchester United Angel Di Maria dihadapkan pada beban tampil sesuai keinginan manajer Louis van Gaal hingga akhir kompetisi.

United menghamburkan dana £59.7 juta yang menjadi rekor transfer di Inggris untuk mendatangkan Di Maria dari Real Madrid. Usai tampil brilian di awal kompetisi, pemain timnas Argentina belakangan lebih sering duduk di bangku cadangan.

Kesabaran van Gaal dilaporkan semakin menipis dan pelatih Belanda meminta sang bintang harus bekerja lebih keras jika masih ingin berkostum United.

“Pemain harus beradaptasi dengan filosofi sepakbola yang diusung klub termasuk Di Maria,” kata van Gaal.

“Dia harus melakukannya karena pemain lain sudah berubah. Sangat penting ada keinginan dari si pemain sendiri.”

“Ketika pikiran seseorang terbuka menerima instruksi, maka dia bisa berubah namun harus diakui mengganti kebiasaan bukan hal gampang.”

“Kesalahan selalu berulang, kita harus bersabar. Di Maria bukan tidak punya kemampuan tetapi dia harus bermain sesuai dengan kebutuhan tim, bukan permintaan van Gaal,” tandasnya.

United akan menghadapi Arsenal dengan dua poin memisahkan kedua tim.

Posted on

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Allegri masih akan mempertimbangkan banyak hal sebelum memastikan skuatnya.

Juventus akan melakoni laga krusial menyambut leg kedua semi-final Liga Champions di Santiago Bernabeu pertengahan minggu depan.
Real Madrid sudah menunggu dengan tekad mengalahkan Juventus dan lolos ke final Liga Champions musim ini.

Untuk itu, Juventus melakukan persiapan khusus, termasuk mengistirahatkan sebagian besar pemain terbaiknya kala menjamu Cagliari dinihari tadi. Namun demikian, Massimiliano Allegri masih belum bisa memastikan siapa yang akan dimainkannya di Bernabeu nanti.

“Apakah saya memiliki keraguan mengenai susunan pemain saya? Lebih dari sekadar keraguan malahan. Saya memiliki banyak hal untuk dievaluasi,” kata Allegri, Minggu (10/5).

“Ada risiko di mana laga harus dituntaskan hingga babak perpanjangan waktu, makanya kami membutuhkan pemain dalam kondisi bugar.”

“Saya tak tahu bagaimana pilihan Carlo Ancelotti. Real Madrid memiliki teknik hebat dan kami harus memiliki pendekatan menyerang, karena kami tak memaksimalkan empat atau lima kelemahan kami di leg pertama.”

“Kami harus bisa mencetak gol di sana, karena bila yang terjadi sebaliknya, situasinya akan jadi berat,” tandasnya.

Berbekal kemenangan 2-1 di leg pertama, Juventus minimal membutuhkan hasil seri untuk lolos ke final Liga Champions musim ini.

Posted on

Mauricio Pochettino Ingin Pulangkan Gareth Bale Ke Tottenham Hotspur

Mauricio Pochettino Ingin Pulangkan Gareth Bale Ke Tottenham Hotspur

Mauricio Pochettino Ingin Pulangkan Gareth Bale Ke Tottenham Hotspur

Mauricio Pochettino Ingin Pulangkan Gareth Bale Ke Tottenham Hotspur

Kritik terhadap sayap Real Madrid ini masih belum berhenti sehingga membuat Mauricio Pochettino prihatin.

Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino memberikan rasa simpatinya kepada Gareth Bale setelah pemain sayap asal Wales itu mendapat kritik tajam akibat performanya yang belakangan tak memuaskan di Real Madrid.

Di musim keduanya di Santiago Bernabeu, eks sayap Tottenham ini memang sering mendapat celaan. Yang terkini, banyak pihak merasa tak puas dengan penampilan Bale saat Madrid ditaklukkan Juventus 2-1 di leg pertama semi-final Liga Champions, Selasa (5/5) lalu.

Menanggapi situasi tersebut, Pochettino meminta Bale untuk tetap sabar sembari secara bercanda memintanya untuk kembali ke White Hart Lane.

“Jika dia tidak merasa nyaman di Madrid, kami akan memberikan tempat yang hangat di sini. Kami terbuka untuknya!” ujar Pochettino ringan.

“Tentu saja tak mudah bagi seorang pemain yang datang di klub besar seperti Real Madrid. Gareth Bale memiliki kualitas untuk menjadi pemain sukses. Dia hanya butuh waktu. Budaya dan cuaca di Spanyol sangatlah berbeda sehingga akan menyulitkan untuk beradaptasi ketika Anda datang dari Inggris,” tutur Pochettino membela.

Posted on

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Pep Guardiola untuk pertama kalinya kembali ke Camp Nou sebagai rival, tapi itu tak akan melunturkan kecintaan Cules terhadapnya.

Akhirnya momen tak terhindarkan itu datang juga. Sejak Pep Guardiola menukangi Bayern Munich pada 2013, setahun usai meninggalkan kursi kepelatihan di Barcelona, loyalis Blaugrana mengetahui cepat atau lambat reuni ini akan terjadi.

Dominasi kuat klub-klub tertentu, utamanya duo klub FCB dan Real Madrid, di panggung Liga Champions memang membuat pertemuan ini tidak terelakkan.

Guardiola, yang memegang tiket terusan Barca, sebelumnya telah kembali ke Camp Nou untuk menonton aksi Lionel Messi cs. menundukkan Manchester City 1-0 pada Maret, tapi laga Rabu (6/5) malam ini bakal menjadi kali pertama ia pulang sebagai musuh. Berada di bench yang berseberangan dengan The Catalans, meramu taktik untuk mengeliminasi mantan klubnya itu.

Fakta itu tak akan membuat publik tuan rumah kehilangan rasa cinta pada Guardiola, yang merupakan seorang suporter, ball boy, pemain junior, kapten, pelatih, dan legenda klub. Mustahil untuk memutus ikatan antara Guardiola dan Barcelona.

“Saya tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Ini pertama kalinya saya kembali ke Barcelona, ke rumah saya. Saya pernah bermain di sana dan melatih di sana. Jelas ini spesial untuk saya, Thiago [Alcantara], dan staf saya. Saya senang kami akan memiliki pengalaman ini. Ini akan menjadi pertandingan fantastis, tapi sangat sulit,” ungkap Guardiola antusias tak lama usai drawing semi-final bulan lalu.

“Ini laga special karena ada Pep di sana. Ini kencan luar biasa untuk semua fans Barca,” timpal Luis Enrique, eks rekan Pep yang kini memegang kemudi taktik Barcelona.

Saat bermain Guardiola sudah memperoleh julukan “mite”, sang mitos atau legenda. Di bawah komando Johan Cruyff, Pep adalah salah satu pilar penting El Barca kala menjuarai titel Liga Champions pertama pada 1992. Saat pergi sebagai entrenador dua dekade berselang dengan warisan 14 trofi, menjadikannya pelatih tersukses klub melampaui Cruyff, status Pep ibarat dewa.

Menjadi pelatih tersukses Barca mengungguli Johan Cruyff hanya dalam periode empat tahun.

Banyak orang mengerutkan alis ketika presiden Joan Laporta mengangkatnya sebagai bos anyar menggantikan Frank Rijkaard pada 2008, mengenyampingkan nama sekaliber Jose Mourinho yang saat itu diketahui juga jadi salah satu kandidat.

Riwayat kepelatihan yang hanya ditandai satu tahun membesut Barca B pada musim sebelumnya membuat Pep dianggap bau kencur. Tapi hanya orang-orang dekatnya yang mengetahui bahwa persona kelahiran Santpedor ini bahkan sudah mulai terlihat sebagai calon pelatih jempolan sewaktu masih bermain.

“Pep biasa berpartisipasi, berdiskusi, berbicara konstan, mengatur,” ungkap Guillermo Amor, mantan kawan satu tim Guardiola. Sementara mendiang Sir Bobby Robson menyebut Pep “selalu siap mengutarakan pikirannya.”

Pencapaian fenomenal Guardiola yang menghasilkan 14 titel hanya dalam empat musim – termasuk sextuple hanya dalam setahun kalender 2009 — di Barcelona kerap disepelekan kritikusnya yang menganggap ia diberkahi keberuntungan dengan skuat dahsyat, terutama satu bintang paten bernama Lionel Messi.

Pep santai saja menanggapinya dan mengakui: “Yep, kalau bukan karena Messi, saya akan menjadi pelatih divisi tiga.”

Well, Pep barangkali tak bisa sesukses itu tanpa Messi, tapi hal tersebut berlaku pula untuk Messi, yang amat terbantu oleh kejelian Pep memberikan peran false nine, yang membuat potensi terbaiknya bisa keluar dan menjadikannya jauh lebih produktif dalam mencetak gol.

Sang entrenador jugalah yang memberikan kesempatan debut senior kepada Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez di usia amat belia, dan memasangkan duet maut Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di sektor tengah seraya menendang keluar Deco dan Ronaldinho.

Di atas itu semua, warisan terbesar Pep adalah menjadikan permainan Azulgrana begitu atraktif dengan alunan tiki-taka mematikan. Ia mengejewantahkan dengan nyaris sempurna ajaran dari sang mentor Johan Cruyff dan mampu membuat mayoritas lawan merasakan aura invincibility El Barca.

Pada masa kejayaannya, mengalahkan Barca asuhan Pep adalah sebuah catatan istimewa, bahkan buat klub-klub top sekalipun, dan itu sejatinya sudah menjadi sebuah pujian tersendiri untuk El Pep’s Team.

Kembali ke konteks laga semi-final nanti malam, terlepas dari perasaan cinta mutual yang akan selalu hidup di antara kedua belah pihak, Guardiola dan Barcelona harus menghunus senjata masing-masing di arena pertempuran.

Barcelona di bawah kepemimpinan Enrique yang bertekad mengulangi prestasi skuat Pep merengkuh trigelar enam tahun silam, kontra sang mite yang siap menghalangi demi mewujudkan misinya sendiri memberikan gelar Eropa untuk Bayern Munich.

“Saya yakin Pep akan mendapat sambutan hangat karena arti dirinya sebagai pelatih di sini, karena dia telah memenangi sangat banyak, karena dia adalah salah satu dari mereka sendiri [fans],” kata Messi.

“Dia sempat berada di sini untuk waktu sangat lama. Kami melewati banyak hal bersama-sama dan melakukan hal-hal penting, kami memenangi banyak titel. Tapi begitu laga dimulai semua itu akan terlupakan.”

Guardiola sendiri dengan tegas menyatakan: “Kami ingin menang. Barcelona penting dalam hidup saya, tapi saya ingin menang.”

Sentimen akan terlupakan selama pertandingan, tapi sebelum dan sesudahnya, Josep “Pep” Guardiola i Sala akan selalu dielu-elukan Cules.