Posted on

Dengan Santai Giroud Tanggapi Kritik dan Cemoohan

Dengan Santai Giroud Tanggapi Kritik dan Cemoohan

Dengan Santai Giroud Tanggapi Kritik dan CemoohanTampil buruk bersama dengan team nasional Prancis pada saat menghadapi Serbia, Olivier Giroud mendapatkan kritik dan cemoohan dari para fansnya. Tapi penyerang Arsenal itu menganggapnya sebagai bagian dari permainan.

Oliver Giroud menjadi starter pada saat Prancis menjamu Serbia di Stade Bordeaux-Atlantique yang merupakan markas besar Prancis pada Selasa (8/9/2015) dinihari WIB. Namun Oliver Giroud pemain yang telah berusia 28 tahun itu gagal menjawab kepercayaan dan tampil dengan mengecewakan.

Bermain sekitar satu jam, Oliver Giroud melepaskan enam tembakan dan cuma satu yang tepat sasaran. Salah satu ‘miss’ Giroud yang paling disesalkan adalah pada saat kombinasinya dengan Antoine Griezmann gagal berujung gol.

Ketika itu Antoine Griezmann memberikan operan yang sempurna ke jalur Oliver Giroud. Di dalam kotak, tendangan kaki kiri Oliver Giroud ke arah tiang jauh justru melebar. Momen buruk striker 28 tahun itu belum selesai karena sekitar menit ke-39 dia kehilangan bola dan direbut pemain lawan, yang berakhir dengan gol Serbia.

Oliver Giroud kemudian ditarik keluar untuk digantikan dengan Karim Benzema. Penampilan buruk di pertandingan tersebut membuat Oliver Giroud pun mendapatkan cemoohan pada saat keluar lapangan. Ditambah lagi, ini merupakan kali keempat secara beruntun dalam balutan seragam Prancis dia gagal mencetak gol.

Oliver Giroud secara pribadi tidak mau terlalu memikirkan kritik dan cemoohan. Baginya itu sudah jadi bagian dari permainan dan kini pemain kelahiran asal Chambery itu cuma ingin fokus untuk memberikan respons.

“Sebagai seorang penyerang, yang jadi kebiasaan untuk Anda sehari-hari adalah mendapatkan tepuk tangan ketika mencetak gol. Ketika hal sebaliknya terjadi, maka situasinya sulit. Semua orang mendapatkan kritikan pada satu titik,” ungkap Oliver Giroud seperti yang telah dikutip dari Standard.

“Itu bukan yang pertama dan tentu bukan yang terakhir terjadi. Saya punya kekuatan mental untuk bangkit. Sekarang saya fokus bekerja. Saya mengerahkan segalanya kecuali mengkhawatirkan hal tersebut. Saya akan selalu bangkit,” ungkap Oliver Giroud lagi.

Posted on

Valbuena Kembali ke Prancis

Valbuena Kembali ke Prancis

Valbuena Kembali ke PrancisPemain Mathieu Valbuena hanya bertahan pada semusim bermain di Liga Rusia bersama dengan klub Dynamo Moskow setelah didatangkan dari Olympique Marseille dari Prancis. Pasalnya pemain dengan julukan Sepeda Kecil itu kembali ke Prancis dan kembali bermain untuk klub Olympique Lyonnais.

Kabar itu tentunya sangat mengejutkan untuk fans Olympique Marseille, pasalnya Olympique Lyonnais merupakan rival klasik Les Olympiens di Ligue 1 dan Mathieu Valbuena telah disinyalir akan disambut negatif oleh fans Olympique Marseille jika kedua team bertemu dalam pertandingan.

“Kami tahu sangat baik ada rivalitas antara Olympique Marseille dan Olympique Lyonnais, itulah sepakbola. Apa yang dialami bersama Olympique Marseille sangat luar biasa hebat, tidak ada yang bisa merenggut memori itu dari saya. Saya selalu profesional dan tidak pernah melukai siapapun,” ucap Mathieu Valbuena setelah dikenalkan kepada media di laman resmi klub pada Rabu (12/8/2015).

“Saya tahu di sepakbola segalanya berubah, saya tak menyesal gabung Olympique Lyonnais dan ini juga merupakan keputusan keluarga. Saya tidak ragu, memang benar saya bermain untuk Olympique Marseille selama delapan tahun. Namun hanya karena saya pernah bermain untuk Olympique Marseille, bukan berarti saya tidak bisa bermain di klub lainnya,” terangnya.

Mathieu Valbuena penyerang sayap yang telah berusia 30 tahun itu membawa Dynamo Moskow menduduki peringkat empat Liga Rusia pada musim lalu, dan memilih bergabung ke Olympique Lyonnais karena ingin bermain di Liga Champions.

“Saya suka proyek Olympique Lyonnais, dan tidak pernah menyesali tahun pertama di Dynamo Moskow. Memang benar apa yang menjadi target, yakni Olympique Lyonnais bermain di Liga Champions yang akan memberikan dampak besar atas keputusan saya. Saya sangat bahagia bergabung dengan mereka, dalam karier saya, penting untuk memenangkan titel,” imbuh Mathieu Valbuena pemain bertubuh mungil itu.

Mathieu Valbuena dikontrak tiga tahun oleh Olympique Lyonnais dan didatangkan dengan mahar transfer sebesar lima juta euro.

Posted on

Wenger Khawatirkan Sanchez

Wenger Khawatirkan Sanchez

Wenger Khawatirkan SanchezAjang Copa America 2015 sesaat lagi akan segera diadakan dengan Cile sebagai penyelenggaranya akan tetapi hal tersebut justru akan memberikan perasaan yang tidak tenang terhadap para pelatih yang memiliki pemain yang berasal dari Amerika Latin, tidak terkecuali adalah Arsene Wenger.

Pasalnya bahwa salah satu bintang Arsenal pada musim ini yaitu Alexis Sanchez terdaftar dalam skuad Team Nasional Cile yang akan segera menjalankan kompetisi Copa America pada 11 Juni hingga 4 Juli yang akan mendatang. Bahkan Arsene Wenger menilai tampilnya Alexis Sanchez di kompetisi tersebut diisukan akan memberikan dampak yang negatif terhadap kondisi fisiknya.

“Ya, tentu saja saya akan menyaksikan setiap pertandingan di turnamen (Copa America 2015) itu. Akan tetapi, saya akan menyaksikan dengan perasaan yang tidak tenang. Sebab salah satu pemain kami yaitu Alexis  Sanchez berada dalam skuad Team Nasional Cile, yang dimana dia juga sudah memainkan banyak pertandingan bersama kami pada musim ini,” jelas Arsene Wenger, seperti yang telah diberitakan Daily Star pada Rabu (27/5/2015).

“Mungkin jika Anda berada dalam posisi seperti yang kami maka Anda akan menilai kejuaraan itu seharusnya harus diundur. Pasalnya sudah terlalu banyak kompetisi yang berlangsung pada tahun ini. Namun, yang membuat saya terkejut FIFA menyetujuinya,” lanjut Arsene Wenger pelatih dengan usia 65 tahun tersebut.

Selain heran dengan sikap FIFA, Arsene Wenger juga mengkhawatirkan terlalu pas jadwal selesainya Copa America dengan dimulainya English Premier League. Bagi pelatih Arsenel yaitu Arsene Wenger yang berkebangsaan Prancis itu hal ini tidaklah masuk di akal.

“Saya merasa kecewa karena mereka banyak berbicara mengenai kesehatan para pemain. Akan tetapi ketika Anda melihat kompetisi yang telah diorganisir seperti Copa America maka lihatlah tanggal dimulainya English Premier League dan itu sangat tidak masuk akal.”

“Kalender pertandingan akan berpengaruh terhadap pramusim dan saya yakin itu adalah keputusan yang sangat salah dikarenakan English Premier League dimulai pada 8 Agustus mendatang. Dan jika Anda kembali memulai musim pada 8 Agustus maka apakah Anda memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik,” tutupnya.