Posted on

Kevin De Bruyne Optimis Bisa Lebih Baik

Kevin De Bruyne Optimis Bisa Lebih Baik

 

Kevin De Bruyne Optimis Bisa Lebih Baik

 

Pemain muda yang berasal dari Belgia, Kevin de Bruyne berjanji akan berusaha untuk memberikan kontribusi yang lebih banyak untuk tim yang saat ini dibelanya yaitu Manchester City. Sejauh ini, Kevin De Bruyne sudah bermain sebanyak empat laga pada ajang Premier League. Dari keempat laga tersebut, De Bruyne sudah berhasil membuktikan dirinya dengan mencetak tiga gol untuk klub yang berjulukan The Citizen tersebut.

Bintang muda yang didatangkan oleh Manchester City dari Wolfsburg dengan biaya transfer mencapai Rp1,1 triliun itu sangat optimis akan bisa melakukan lebih banyak lagi dari yang sudah ia berikan.

“Saat ini saya sedang dalam performa terbaik dan sangat jelas saya ingin mencetak lebih banyak gol, tapi akan ada saatnya ketika saya sudah tidak bisa mencetak gol setiap saat dan itu bukan masalah yang terlalu besar untuk saya. Hal yang paling penting adalah saya harus tetap berada di performa terbaik,” ujar De Bruyne yang saat ini memegang posisi gelandang tengah seperti dilansir oleh Sportsmole pada Selasa (13/10/2015).

“Saya merasa senang, keluarga saya juga merasakan hal yang sama dan yang terpenting tentu saja adalah diri saya sendiri. Pada akhirnya, banyak hal yang harus saya lakukan,” tutup pemain berusia 24 tahun tersebut.

Posted on

Arsene Wenger Bela Carneiro

Arsene Wenger Bela Carneiro

Arsene Wenger Bela CarneiroSikap kasar yang diberikan oleh Jose Mourinho yang memarahi dokter Chlesea yaitu Eva Carneiro, terus menuai kritik dari berbagai pihak. Kali ini giliran pelatih Arsenal yaitu Arsene Wenger yang mengomentari tindakan pelatih Jose Mourinho yang pernah melatih salah satu klub raksasa Portugal yaitu FC Porto.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa Jose Mourinho tidak senang ketika Eva Carneiro masuk lapangan untuk memberi perawatan kepada salah satu pemainnya yaitu Eden Hazard yang terkapar setelah menerima tekel dari salah satu pemain Swansea City. Hal itu dianggapnya akan membuat The Blues yang merupakan julukan Chelsea kehilangan kesempatan untuk memenangkan pertandingan.

Menurut mantan pelatih Nagoya Grampus Eight tersebut, apa yang dilakukan oleh Eva Carneiro sebenarnya sudahlah benar. Apalagi jika wasit sudah memberikan tanda agar medis untuk menangani pemain yang terkapar di lapangan, maka menurut rival Jose Mourinho itu, Eva Carneiro harus mematuhi hal tersebut.

“Itu adalah masalah internal klub. Hal ini cukup sulit dan jika Anda tak bersatu (untuk memecahkan masalah) maka segalanya akan bertambah sulit,” ujar Arsene Wenger seperti yang tekah dikutip dari Mirror pada Sabtu (15/8/2015).

“Kepercayaan dan kesatuan dalam klub membuat segalanya menjadi sangat kuat. Peraturannya jelas, jika wasit memberikan indikasi untuk medis masuk ke lapangan, maka mereka harus melakukannya,” jelas Arsene Wenger.

Jose Mourinho Mourinho yang memberikan larangan kepada Eva Carneiro untuk mendampingi Chelsea di partai melawan Manchester City. Eva Carneiro perempuan yang telah berusia 41 tahun tersebut juga dilarang hadir dalam sesi latihan serta hotel tempat team menginap saat menjalankan pertandingan tandang.

Posted on

Arda Turan Berbicara dengan klub

Arda Turan Berbicara dengan klub

Arda Turan Berbicara dengan klub

Gelandang Atletico Madrid Arda Turan telah dibawa ke media sosial untuk mengkonfirmasi bahwa agennya sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah klub lebih transfer potensial.

mengatakan pengikut di halaman Twitter resminya: “. Rumor Transfer (sic) tidak sepenuhnya benar Agen saya saat ini berhubungan dengan 3-4 klub saya akan memperbarui Anda semua jika kesepakatan dibuat..” ??

Turki tampak internasional diatur untuk pindah musim panas ini setelah wakilnya Ahmet Bulut kepada koran olahraga Spanyol AS bahwa ia ingin meninggalkan Vicente Calderon.

Sebelumnya Bulut mengatakan AS: “Tujuannya adalah untuk meninggalkan Spanyol musim panas ini kehendak-Nya adalah untuk meninggalkan dan bermain di Liga Premier, itu adalah jalan ia ingin mengambil untuk melanjutkan karirnya..

“Kami sedang dalam pembicaraan dengan tiga tim tapi aku tidak bisa mengungkapkan nama-nama klub. Namun, saya dapat memberitahu Anda bahwa mereka adalah yang terbaik di Inggris dan di sepakbola Eropa.”

Pers Inggris telah menghubungkan Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea dan Arsenal dengan Turan dalam beberapa tahun terakhir, dan Bulut mengklaim berusia 28 tahun ini juga diinginkan oleh raksasa Italia AC Milan dan juara Prancis Paris St Germain.

“Memang benar bahwa Milan dan PSG adalah dua dari enam tim yang tertarik padanya,” katanya. “Tapi tim Italia tidak di antara pilihan kita karena mereka tidak akan bermain di Liga Champions musim depan.

“PSG adalah kemungkinan meskipun Arda selalu memiliki keinginan untuk bermain di Inggris.”
Turan bergabung dengan Atletico Madrid dari Galatasary pada 2011 untuk £ 8.5m dan telah memenangkan Copa del Rey dan La Liga dalam mantra empat tahun di ibukota Spanyol.

Posted on

Mempertahankan Gelar Juara Chelsea Itu Tidak Mudah

Mempertahankan Gelar Juara Chelsea Itu Tidak Mudah

Mempertahankan Gelar Juara Chelsea Itu Tidak Mudah

Gary Cahill berpendapat musim periode 2015/2016 bakal berlangsung lebih alot seiring tidak sedikit club berambisi melengserkan The Blues dari gelar pemenang.

Gary Cahill menyatakan Chelsea dapat menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit di Liga Primer Inggris musim periode 2015/2016 sebab tidak sedikit pesaing mereka akan sangat ngotot mencegah The Blues kembali menjadi pemenang.

Saat musim 2014/2015, armada Jose Mourinho muncul lebih dominan sesudah langkah mereka menguasai puncak klassemen tidak terbendung sejak matchday awal sampai terakhir. Tapi, Cahill mewanti wanti timnya bahwa pekerjaan buat mempertahankan tahta di musim depan bakal lebih susah.

“Kami telah diskusikan di dalam tim & mendapat perkiraan bahwa mempertahankan gelar dapat jauh lebih susah. Tim papan atas di liga ini semuanya memberikan ancaman & mereka siap beradu di musim depan,” ujar Cahill pada The Guardian.

“Lihat saja Manchester City saat musim lalu memenangkan gelar juara. Di masa kemudian masa 2014/2015, saat ketika bertanding melawan City, lawan bakal memberikan tekanan penambahan & memberikan performa dengan motiviasi lebih lantaran mengetahui bahwa City yaitu sang jawara bertahan .”

“Hal tersebut wajar & kami pula dapat merasakan faktor yang sama di musim depan. Aku belum sempat mendapatkan pengalaman ini sebab itu ialah gelar liga perdana aku. beruntungnya, bakal ada transfer di musim panas buat memperkokoh tim,” ucap bek sentral Inggris berumur 29 thn itu.

Posted on

James Milner Mempunyai Nilai Yang Sangat Berharga Bagi Liverpool

James Milner Mempunyai Nilai Yang Sangat Berharga Bagi Liverpool

James Milner Mempunyai Nilai Yang Sangat Berharga Bagi Liverpool

Salah satu Legenda Liverpool yang masih hidup, Mark Lawrenson, menyatakan apabila sosok James Milner benar-benar amat sangat dibutuhkan oleh mantan klubnya untuk menyongsong musim depan.

Liverpool bergerak demikian cepat di lantai bursa transfer, kendati jendela transfer musim panas belum di buka. Nama perdana bahkan telah resmi didapatkan, yang tak lain yaitu mantan pengawa Manchester City, James Milner.

Media & khalayak umum mencibir perekrutan tersebut, lantaran Milner dinilai juga sebagai pemain yang medioker. diluar itu umur gelandang fleksibel ini serta tidak mampu dibilang hijau lagi, sampai hari ini telah menginjak 29tahun.

Tapi legenda hidup The Reds, Mark Lawrenson, mempunyai alasan sendiri. Beliau menyatakan jikalau Milner dapat menjadi salah satu transfer paling baik Liverpool buat periode depan, sebab sosoknya, baik jika di lihat secara teknis, ataupun mental, saat ini memang lah yang dibutuhkan skuat Brendan Rodgers.

“Liverpool perlu suntikan tersebut di tengah skuat yang masih muda. Milner juga seseorang jawara. Dia tahu apa yang dibutuhkan satu buah tim buat mengangkat trofi,” ujar Lawrenson, seperti dikutip Liverpool Echo.

“Ia tak menghindar dari tanggung jawab semua hal. Di arena lapangan sosoknya sangat tangguh. Aspek itulah yang tidak dipunyai Liverpool dalam sekian banyak bulan terakhir. Kedatangannya kemungkinan menjadi magnet bagi para pemain lain untuk berkarier di Anfield,” tutup sang legenda.

Posted on

Kegigihan AS Roma

Kegigihan AS Roma

Kegigihan AS RomaRaksasa Italia yaitu AS Roma telah mengawali Liga Serie A Italia pada musim 2014-2015 ini dengan misi memperebutkan scudetto bersama dengan Juventus. Namun pada pertengahan musim, Serigala Ibu Kota yang merupakan julukan AS Roma yang tertatih-tatih dan justru sangat bersaing dengan rival sekotanya yaitu Lazio untuk merebutkan zona Liga Champions di posisi yang kedua.

Posisi tersebut merupakan posisi yang langsung meloloskan team ke fase grup Liga Champions pada musim 2015-2016. Persaingan antara kedua klub tersebut pun berlangsung dengan seru dan AS Roma akhirnya menempati peringkat yang kedua saat menang dengan skor 2-1 di Derbi Ibu Kota atas Lazio. Kegigihan Francesco Totti dan kawan-kawan yang dipuji sang pelatih yaitu Rudi Garcia.

“Semusim ini tidak pernah berjalan dengan mulus dan kami harus melewati beberapa rintangan yang cukup sulit. Kami memiliki sederet pemain cukup fantastis di sini dan kami terus bersama serta hal itulah yang akan membuat kami berakhir berada di posisi yang kedua,” ucap Rudi Garcia yang sebagaimana telah diwartakan oleh Football Italia pada Minggu (31/5/2015).

“AS Roma adalah salah satu team dengan proyek yang sangat menarik di Eropa dan dunia pesepakbola akan tetapi kami tidak boleh terlalu jauh berpikir. Penilaian umum kami adalah kami ada di atas liga tetapi Juventus ada di liganya sendiri pada saat ini,” sambung Rudi Garcia.

Untuk lebih lanjut Rudi Garcia telah menilai teamnya cukup belajar banyak dari kegagalan yang ada di Liga Champions pada musim ini. Setelah bergabung dengan di grup neraka bersama dengan Bayern Munich, Manchester City dan CSKA Moskow.

“Kami yang ditempatkan di grup neraka di Liga Champions tetapi itu semua pengalaman yang sangatbagus untuk kami. Semoga saja kami berada di posisi yang ketiga di undian musim depan dan Kami berharap mungkin berada di grup yang lebih muda,” harap Rudi Garcia mantan pelatih OSC Lille.

Posted on

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Pep Guardiola untuk pertama kalinya kembali ke Camp Nou sebagai rival, tapi itu tak akan melunturkan kecintaan Cules terhadapnya.

Akhirnya momen tak terhindarkan itu datang juga. Sejak Pep Guardiola menukangi Bayern Munich pada 2013, setahun usai meninggalkan kursi kepelatihan di Barcelona, loyalis Blaugrana mengetahui cepat atau lambat reuni ini akan terjadi.

Dominasi kuat klub-klub tertentu, utamanya duo klub FCB dan Real Madrid, di panggung Liga Champions memang membuat pertemuan ini tidak terelakkan.

Guardiola, yang memegang tiket terusan Barca, sebelumnya telah kembali ke Camp Nou untuk menonton aksi Lionel Messi cs. menundukkan Manchester City 1-0 pada Maret, tapi laga Rabu (6/5) malam ini bakal menjadi kali pertama ia pulang sebagai musuh. Berada di bench yang berseberangan dengan The Catalans, meramu taktik untuk mengeliminasi mantan klubnya itu.

Fakta itu tak akan membuat publik tuan rumah kehilangan rasa cinta pada Guardiola, yang merupakan seorang suporter, ball boy, pemain junior, kapten, pelatih, dan legenda klub. Mustahil untuk memutus ikatan antara Guardiola dan Barcelona.

“Saya tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Ini pertama kalinya saya kembali ke Barcelona, ke rumah saya. Saya pernah bermain di sana dan melatih di sana. Jelas ini spesial untuk saya, Thiago [Alcantara], dan staf saya. Saya senang kami akan memiliki pengalaman ini. Ini akan menjadi pertandingan fantastis, tapi sangat sulit,” ungkap Guardiola antusias tak lama usai drawing semi-final bulan lalu.

“Ini laga special karena ada Pep di sana. Ini kencan luar biasa untuk semua fans Barca,” timpal Luis Enrique, eks rekan Pep yang kini memegang kemudi taktik Barcelona.

Saat bermain Guardiola sudah memperoleh julukan “mite”, sang mitos atau legenda. Di bawah komando Johan Cruyff, Pep adalah salah satu pilar penting El Barca kala menjuarai titel Liga Champions pertama pada 1992. Saat pergi sebagai entrenador dua dekade berselang dengan warisan 14 trofi, menjadikannya pelatih tersukses klub melampaui Cruyff, status Pep ibarat dewa.

Menjadi pelatih tersukses Barca mengungguli Johan Cruyff hanya dalam periode empat tahun.

Banyak orang mengerutkan alis ketika presiden Joan Laporta mengangkatnya sebagai bos anyar menggantikan Frank Rijkaard pada 2008, mengenyampingkan nama sekaliber Jose Mourinho yang saat itu diketahui juga jadi salah satu kandidat.

Riwayat kepelatihan yang hanya ditandai satu tahun membesut Barca B pada musim sebelumnya membuat Pep dianggap bau kencur. Tapi hanya orang-orang dekatnya yang mengetahui bahwa persona kelahiran Santpedor ini bahkan sudah mulai terlihat sebagai calon pelatih jempolan sewaktu masih bermain.

“Pep biasa berpartisipasi, berdiskusi, berbicara konstan, mengatur,” ungkap Guillermo Amor, mantan kawan satu tim Guardiola. Sementara mendiang Sir Bobby Robson menyebut Pep “selalu siap mengutarakan pikirannya.”

Pencapaian fenomenal Guardiola yang menghasilkan 14 titel hanya dalam empat musim – termasuk sextuple hanya dalam setahun kalender 2009 — di Barcelona kerap disepelekan kritikusnya yang menganggap ia diberkahi keberuntungan dengan skuat dahsyat, terutama satu bintang paten bernama Lionel Messi.

Pep santai saja menanggapinya dan mengakui: “Yep, kalau bukan karena Messi, saya akan menjadi pelatih divisi tiga.”

Well, Pep barangkali tak bisa sesukses itu tanpa Messi, tapi hal tersebut berlaku pula untuk Messi, yang amat terbantu oleh kejelian Pep memberikan peran false nine, yang membuat potensi terbaiknya bisa keluar dan menjadikannya jauh lebih produktif dalam mencetak gol.

Sang entrenador jugalah yang memberikan kesempatan debut senior kepada Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez di usia amat belia, dan memasangkan duet maut Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di sektor tengah seraya menendang keluar Deco dan Ronaldinho.

Di atas itu semua, warisan terbesar Pep adalah menjadikan permainan Azulgrana begitu atraktif dengan alunan tiki-taka mematikan. Ia mengejewantahkan dengan nyaris sempurna ajaran dari sang mentor Johan Cruyff dan mampu membuat mayoritas lawan merasakan aura invincibility El Barca.

Pada masa kejayaannya, mengalahkan Barca asuhan Pep adalah sebuah catatan istimewa, bahkan buat klub-klub top sekalipun, dan itu sejatinya sudah menjadi sebuah pujian tersendiri untuk El Pep’s Team.

Kembali ke konteks laga semi-final nanti malam, terlepas dari perasaan cinta mutual yang akan selalu hidup di antara kedua belah pihak, Guardiola dan Barcelona harus menghunus senjata masing-masing di arena pertempuran.

Barcelona di bawah kepemimpinan Enrique yang bertekad mengulangi prestasi skuat Pep merengkuh trigelar enam tahun silam, kontra sang mite yang siap menghalangi demi mewujudkan misinya sendiri memberikan gelar Eropa untuk Bayern Munich.

“Saya yakin Pep akan mendapat sambutan hangat karena arti dirinya sebagai pelatih di sini, karena dia telah memenangi sangat banyak, karena dia adalah salah satu dari mereka sendiri [fans],” kata Messi.

“Dia sempat berada di sini untuk waktu sangat lama. Kami melewati banyak hal bersama-sama dan melakukan hal-hal penting, kami memenangi banyak titel. Tapi begitu laga dimulai semua itu akan terlupakan.”

Guardiola sendiri dengan tegas menyatakan: “Kami ingin menang. Barcelona penting dalam hidup saya, tapi saya ingin menang.”

Sentimen akan terlupakan selama pertandingan, tapi sebelum dan sesudahnya, Josep “Pep” Guardiola i Sala akan selalu dielu-elukan Cules.