Posted on

Tanpa Messi Barcelona Perkasa

Tanpa Messi Barcelona Perkasa

Tanpa Messi Barcelona Perkasa

Ivan Rakitic yang mencetak dua gol dalam pertandingan Barcelona pada saat melawan Bate pada Rabu (21/10/2015). Kemenangan tersebut telah membuat Barcelona semakin kuat di puncak klasemen sementara Grup E Liga Champions dengan perolehan tujuh poin hasil dari dua kemenangan dan sekali imbang.

Barcelona yang bermain tanpa pemain andalan mereka yaitu Lionel Messi, tampak cukup frustrasi pada babak yang pertama. Beberapa peluang yang telah berhasil diciptakan namun lini depan Blaugrana yang merupakan tidak mampu mengubahnya menjadi sebuah gol.

Ivan Rakitic yang menjadi bintang pertandingan baru masuk ketika menjadi pemain pengganti pada menit ke-17 yang menggantikan Sergi Roberto yang mengalami cedera. Ivan Rakitic yang mencetak gol pertama pada menit ke-48 setelah mendapat umpan dari Neymar. Gol kedua Ivan Rakitic juga berasal dari umpan Neymar pada menit ke-64.

“Saya sangat senang sekali bisa membantu team dan yang terpenting kami sangat berhasil memenangkan pertandingan. Tidak mudah untuk bermain di sini dengan kondisi yang sangat dingin seperti ini,” ujar Ivan Rakitic seperti yang telah diberitakan dari The Guardian pada Rabu (21/10/2015).

“Saya rasa ini salah satu pertandingan terbaik kami karena kami sangat solid sekali pada pertahanan dan berhasil menghalau serangan pada lawan. Pada lini depan kami yang berusaha keras untuk menciptakan gol. Padas saat ini kami berada di jalur yang tepat sekali,” tandasnya.

Posted on

Messi Layak Untuk Di Puji

Messi Layak Untuk Di Puji

Messi Layak Untuk Di Puji

Lionel Messi akan memenangkan Ballon d’Or 2015, Bintang Barcelona Neymar mengatakan klub rekan setimnya Lionel Messi sudah memiliki tahun ini Ballon d’Or trofi dijahit, sambil menambahkan dia bertujuan untuk sebuah tempat di podium.

Messi, 27, telah mulai 2015 melihat kembali ke bentuk terbaiknya, mencetak 35 gol dalam 35 pertandingan klub sejauh tahun ini sebagai Barcelona memenangkan Liga Champions, Copa del Rey dan La Liga Treble, membuat Argentina sudah menjadi favorit besar untuk tahun ini penghargaan pemain terbaik dunia.

Neymar, 23, juga telah bermain luar biasa, menjadi pemain pertama yang mencetak gol di kedua perempat final, semifinal kedua dan final sebagai Barca mengalahkan semua pendatang untuk memenangkan Liga Champions.

Menampilkan semacam itu menyebabkan laporan luas bahwa klub Catalan ditetapkan untuk membalasnya dengan kontrak baru.

Brasil, yang berbicara setelah ia mencetak satu gol dan membuat yang lainnya di 2-1 Copa America pertandingan grup pembuka kemenangan hari Minggu atas Peru, mengatakan jelas bahwa sesama Amerika Selatan ditetapkan untuk karir kelima Ballon d’Or, namun ia sendiri telah pemandangan set pada tempat pribadi pertama pada akhir tiga orang Undergraduate.

“Tahun ini yang terbaik di dunia tidak lagi untuk diperebutkan,” kata Neymar. “Messi layak untuk itu, untuk semua yang telah ia lakukan. Kami harus melihat apakah saya bisa masuk ke tiga besar.”

Neymar telah dihormati di Ballon d’Or gala sebelumnya, setelah memenangkan penghargaan Puskas untuk tujuan terbaik kembali hari Santos di 2012.

Setelah menunjukkan terang awal di Piala Dunia 2014 telah dipotong pendek oleh cedera, dia datang ketujuh dalam jajak pendapat tahun lalu, mendapatkan hanya 2,21 persen dari suara.

Posted on

Menurut Josep Bartomeu, Lionel Messi Belum mentok

Menurut Josep Bartomeu, Lionel Messi Belum mentok

Menurut Josep Bartomeu, Lionel Messi Belum mentok

Peraih empat Ballon D’Or menghasilkan 58 gol dalam 57 turnamen tatkala club mendapatkan treble, namun supremo Barcelona percaya itu bukan pencapaian teratas La Pulga.

Lionel Messi tetap belum mencapai batas penampilannya, menurut Josep Bartomeu. Sang presiden Barcelona bahkan mengklaim La Pulga tidak menyadari kemampuannya sendiri.

Bintang Argentina memberi inspirasi The Catalans merebut triplet buat ke-2 kali dengan mengkukuhkan 58 gol cuma dalam 57 turnamen di seluruhnya turnamen dimana Barcelona mengambil pulang trofi La Liga, Copa del Rey & Liga Champions.

Tapi, Bartomeu percaya Messi bersama-sama Luis Suarez & Neymar mengukir rekor 120 gol di periode 2014/15 belum mencapai puncak performa terbaik.

“Messi saat ini unggul score La Liga. Sungguh diluar nalar apa yang sudah ia laksanakan,” papar Bartomeu.

“Tapi ga ada yang tahu batasnya, bahkan dirinya sekalipun. Kami sudah membuat trio paling baik sepanjang histori sepakbola. Mereka memecahkan rekor & ini suatu kehormatan mempunyai mereka dalam tim kami.

“Kami miliki tim belia yang membiarkan kami bermimpi buat berhasil musim depan. Aku mesti katakan ini momen sebuah mimpi,” imbuh sang supremo.

Selanjutnya , Bartomeu pun memuji Luis Enrique & Messi sesudah keduanya melintasi masa susah musim dulu.

“Di bawah Luis Enrique & dipimpin Messi, mereka laksanakan tugas paling susah, mereka sukses mengakhiri siklus kemenangan bersama membangun siklus kemenangan yang baru.

“Ini luar biasa. Mereka laksanakan sesuatu yang orang tak sangka. Mereka mengatasi tantangan yang kelihatannya tidak mungkin.”

Posted on

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Pep Guardiola untuk pertama kalinya kembali ke Camp Nou sebagai rival, tapi itu tak akan melunturkan kecintaan Cules terhadapnya.

Akhirnya momen tak terhindarkan itu datang juga. Sejak Pep Guardiola menukangi Bayern Munich pada 2013, setahun usai meninggalkan kursi kepelatihan di Barcelona, loyalis Blaugrana mengetahui cepat atau lambat reuni ini akan terjadi.

Dominasi kuat klub-klub tertentu, utamanya duo klub FCB dan Real Madrid, di panggung Liga Champions memang membuat pertemuan ini tidak terelakkan.

Guardiola, yang memegang tiket terusan Barca, sebelumnya telah kembali ke Camp Nou untuk menonton aksi Lionel Messi cs. menundukkan Manchester City 1-0 pada Maret, tapi laga Rabu (6/5) malam ini bakal menjadi kali pertama ia pulang sebagai musuh. Berada di bench yang berseberangan dengan The Catalans, meramu taktik untuk mengeliminasi mantan klubnya itu.

Fakta itu tak akan membuat publik tuan rumah kehilangan rasa cinta pada Guardiola, yang merupakan seorang suporter, ball boy, pemain junior, kapten, pelatih, dan legenda klub. Mustahil untuk memutus ikatan antara Guardiola dan Barcelona.

“Saya tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Ini pertama kalinya saya kembali ke Barcelona, ke rumah saya. Saya pernah bermain di sana dan melatih di sana. Jelas ini spesial untuk saya, Thiago [Alcantara], dan staf saya. Saya senang kami akan memiliki pengalaman ini. Ini akan menjadi pertandingan fantastis, tapi sangat sulit,” ungkap Guardiola antusias tak lama usai drawing semi-final bulan lalu.

“Ini laga special karena ada Pep di sana. Ini kencan luar biasa untuk semua fans Barca,” timpal Luis Enrique, eks rekan Pep yang kini memegang kemudi taktik Barcelona.

Saat bermain Guardiola sudah memperoleh julukan “mite”, sang mitos atau legenda. Di bawah komando Johan Cruyff, Pep adalah salah satu pilar penting El Barca kala menjuarai titel Liga Champions pertama pada 1992. Saat pergi sebagai entrenador dua dekade berselang dengan warisan 14 trofi, menjadikannya pelatih tersukses klub melampaui Cruyff, status Pep ibarat dewa.

Menjadi pelatih tersukses Barca mengungguli Johan Cruyff hanya dalam periode empat tahun.

Banyak orang mengerutkan alis ketika presiden Joan Laporta mengangkatnya sebagai bos anyar menggantikan Frank Rijkaard pada 2008, mengenyampingkan nama sekaliber Jose Mourinho yang saat itu diketahui juga jadi salah satu kandidat.

Riwayat kepelatihan yang hanya ditandai satu tahun membesut Barca B pada musim sebelumnya membuat Pep dianggap bau kencur. Tapi hanya orang-orang dekatnya yang mengetahui bahwa persona kelahiran Santpedor ini bahkan sudah mulai terlihat sebagai calon pelatih jempolan sewaktu masih bermain.

“Pep biasa berpartisipasi, berdiskusi, berbicara konstan, mengatur,” ungkap Guillermo Amor, mantan kawan satu tim Guardiola. Sementara mendiang Sir Bobby Robson menyebut Pep “selalu siap mengutarakan pikirannya.”

Pencapaian fenomenal Guardiola yang menghasilkan 14 titel hanya dalam empat musim – termasuk sextuple hanya dalam setahun kalender 2009 — di Barcelona kerap disepelekan kritikusnya yang menganggap ia diberkahi keberuntungan dengan skuat dahsyat, terutama satu bintang paten bernama Lionel Messi.

Pep santai saja menanggapinya dan mengakui: “Yep, kalau bukan karena Messi, saya akan menjadi pelatih divisi tiga.”

Well, Pep barangkali tak bisa sesukses itu tanpa Messi, tapi hal tersebut berlaku pula untuk Messi, yang amat terbantu oleh kejelian Pep memberikan peran false nine, yang membuat potensi terbaiknya bisa keluar dan menjadikannya jauh lebih produktif dalam mencetak gol.

Sang entrenador jugalah yang memberikan kesempatan debut senior kepada Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez di usia amat belia, dan memasangkan duet maut Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di sektor tengah seraya menendang keluar Deco dan Ronaldinho.

Di atas itu semua, warisan terbesar Pep adalah menjadikan permainan Azulgrana begitu atraktif dengan alunan tiki-taka mematikan. Ia mengejewantahkan dengan nyaris sempurna ajaran dari sang mentor Johan Cruyff dan mampu membuat mayoritas lawan merasakan aura invincibility El Barca.

Pada masa kejayaannya, mengalahkan Barca asuhan Pep adalah sebuah catatan istimewa, bahkan buat klub-klub top sekalipun, dan itu sejatinya sudah menjadi sebuah pujian tersendiri untuk El Pep’s Team.

Kembali ke konteks laga semi-final nanti malam, terlepas dari perasaan cinta mutual yang akan selalu hidup di antara kedua belah pihak, Guardiola dan Barcelona harus menghunus senjata masing-masing di arena pertempuran.

Barcelona di bawah kepemimpinan Enrique yang bertekad mengulangi prestasi skuat Pep merengkuh trigelar enam tahun silam, kontra sang mite yang siap menghalangi demi mewujudkan misinya sendiri memberikan gelar Eropa untuk Bayern Munich.

“Saya yakin Pep akan mendapat sambutan hangat karena arti dirinya sebagai pelatih di sini, karena dia telah memenangi sangat banyak, karena dia adalah salah satu dari mereka sendiri [fans],” kata Messi.

“Dia sempat berada di sini untuk waktu sangat lama. Kami melewati banyak hal bersama-sama dan melakukan hal-hal penting, kami memenangi banyak titel. Tapi begitu laga dimulai semua itu akan terlupakan.”

Guardiola sendiri dengan tegas menyatakan: “Kami ingin menang. Barcelona penting dalam hidup saya, tapi saya ingin menang.”

Sentimen akan terlupakan selama pertandingan, tapi sebelum dan sesudahnya, Josep “Pep” Guardiola i Sala akan selalu dielu-elukan Cules.

Posted on

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer siap menunjukkan kepada Lionel Messi siapa “sang bos” di lapangan.

Sukses meredam Lionel Messi saat Jerman mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2014, Manuel Neuer hendak melakukannya lagi bersama Bayern Munich dalam duel semi-final Liga Champions menghadapi Barcelona.

Pada Rabu (6/5) malam waktu setempat, skuat Bavaria akan terlebih dahulu melawat ke Camp Nou pada leg pertama. Ini akan menandai pertemuan duel perdana Neuer dan Messi pasca-Maracana.

Kala itu La Pulga tak mampu berbuat banyak untuk membobol gawang Neuer, dan kali ini sang kiper meyakini adanya satu faktor krusial buat mengulangi hal tersebut.

“Saya memiliki banyak respek untuk Messi dan untuk segala yang telah dicapainya. Dia sangat rendah hati,” ungkap eks kapten Schalke 04 itu kepada L’Equipe.

“Tapi adalah krusial untuk menunjukkan otoritas ketika kami bertemu di lapangan dan menunjukkan kepadanya siapa sang bos. Saya melakukan hal yang sama di final Piala Dunia dan hal ini bekerja cukup baik.”

“Kami akan mencoba melakukan hal yang sama pada Rabu malam. Adalah vital untuk meraih posisi dominan dan menanamkan respek.”

“Kami mesti memanfaatkan keunggulan fisikal kami, karakter kami, dan menunjukkan ketajaman.”