Posted on

Fabio Borini Ingin Turun Lapangan

Fabio Borini Ingin Turun Lapangan

Fabio Borini Ingin Turun Lapangan

Penyerang Italia ini membuka pintu lebar lebar untuk kesempatan dalam mencari kesempatan bergabung dengan club lain.

Keinginan buat mendapatkan jatah bermain reguler sebagai argumen di balik intensi Fabio Borini meninggalkan Liverpool saat bursa musim panas ini, begitu tutur Marco De Marchi sebagai agen si pemain.

Setelah kembali dari jangka waktu peminjaman yang berhasil di Sunderland saat 2013/14, Borini nyatanya masih tidak mendapat kepercayaan dari Brendan Rodgers. Dia menuntaskan kampanye Liga Primer Inggris 2014/15 dengan hasil cuma 12 pertandingan (3 starter), meraih hanya satu gol.

Akhirnya, striker Italia itu pun memutuskan untuk membuka pintu lebar lebar dem imencari kesempatan mencari peluang bergabung dengan club lain.

“Dia masih mempunyai sisa kontrak satu thn bersama Liverpool,” ucap De Marchi pada SportItalia.

“Dia tidak diberikan peluang buat bermain th ini, & kami sedang mengevaluasi apa yang bakal jadi proyek paling baik buat Fabio.”

“Dia mau turun bermain, untuk menunjukkan keahliannya, sama seperti yang sudah dilakukannya dalam sekian banyak thn terakhir, seperti halnya di Sunderland.”

Agen borini menyebut mantan penggawa AS Roma & Swansea City itu sama sekali tak kekurangan penggemar. Internazionale diyakini jadi salah satunya biarpun mereka belum bereaksi dengan cara nyata.

“Pemain ini telah menjadi perhatian oleh beberapa club Eropa, termasuk juga dari Italia. Kami tetap mengevaluasi, sebab tidak sedikit club berganti manajer & mesti menunggu tips dari pelatih mereka,” terangnya.

“Menurutku siapa saja yang menggaet Fabio bakal meraih kesepakatan yang bagus.”

“Internazionale? Aku baca di surat kabar bahwa direktur olahraga Piero Ausilio menyatakan dia menyukainya, namun aku belum menerima panggilan darinya.”

Posted on

Paul Clement Akan Bawa Derby County Promosi Ke Liga Primer Inggris

Paul Clement Akan Bawa Derby County Promosi Ke Liga Primer Inggris

Paul Clement Akan Bawa Derby County Promosi Ke Liga Primer Inggris

Paul Clement yang sempat bekerja selama enam tahun dengan Ancelotti mengaku siap untuk membuat Derby melambung tinggi.

Mantan tangan kanan Carlo Ancelotti tatkala di Chelsea, Paris Saint-Germain & Real Madrid, Paul Clement, berniat untuk membuat Derby County yang saat ini dirinya tangani promosi ke Liga Primer Inggris.

Seperti yang kita ketahui, Clement, 43, diamanahkan sebagai manajer baru The Rams sesudah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pasca bertolak tinggalkan Madrid menyusul pemecatan yang menimpa Ancelotti kepada minggu lalu.

Di Derby, beliau ditugaskan untuk menjadi peran Steve McClaren yang diberhentikan dikarenakan tidak berhasil mengamankan ticket play-off promosi ke EPL terhadap masa tempo hari & mengaku siap untuk mengawali adventure baru yang merupakan karir manajer.

“Jadi manajer ini merupakan sesuatu yang telah aku pikirkan untuk sekian banyak waktuku,” begitu Clement terhadap page resmi Derby. “Saya mempunyai pengalaman enam thn yg menakjubkan dgn bekerja yang merupakan asisten Carlo Ancelotti di tiga club hebat seperti Chelsea, Paris Saint-Germain & Real Madrid.

“Meski begitu, aku rasa ini merupakan moment bagi aku untuk mandiri & jadi yang nomor wahid. Tujuannya tentu; aku mau menggiring club ini melangkah ke depan & promosi ke Liga Primer, yang mana aku harapkan buat menjadi kenyataan dengan pertolongan skill aku , aku sendiri amat pengalaman buat tantangan ini.

“Saya telah memikirkan hari ini dari dulu & ini ialah momen yang amat menggembirakan untuk aku,” ungkapnya.

Posted on

Bursa Taruhan Masih Unggulkan Chelsea Atas Liverpool

Bursa Taruhan Masih Unggulkan Chelsea Atas Liverpool

Bursa Taruhan Masih Unggulkan Chelsea Atas Liverpool

Bursa Taruhan Masih Unggulkan Chelsea Atas Liverpool

Chelsea memastikan meraih gelar juara Liga Primer Inggris, tapi bukan berarti mereka bisa begitu saja menyerahkan kemenangan ke Liverpool.

Bursa taruhan masih menjagokan Chelsea memenangi duel di Stamford Bridge melawan Liverpool dalam lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan ini.
Hal ini terbilang di luar dugaan mengingat sejumlah analis memprediksi Jose Mourinho akan memaksimalkan potensi pemain yang belum banyak dimainkannya di musim ini untuk menambah jam terbang mereka, mengingat Chelsea sudah memastikan sebagai juara Liga Primer di musim ini.

Itu berarti Chelsea sejatinya sudah tak memiliki lagi kepentingan di tiga laga terakhir mereka. Hasil apa pun yang diraih tak akan mengganggu status dan posisi mereka sebagai pemuncak klasemen.

Sebaliknya, Liverpool memiliki kepentingan besar untuk laga ini. Skuat asuhan Brendan Rodgers masih membutuhkan angka untuk bisa menembus empat besar di akhir musim.

Hanya saja, fakta sejarah tak berpihak pada Liverpool. Tiap berhadapan dengan Mourinho dan skuatnya di sepuluh laga Liga Primer, Chelsea hanya kalah sekali dan delapan partai lain mencatat kemenangan. Liverpool hanya bisa meraih satu hasil imbang.

Fakta lain, Chelsea sejak dinakhodai Mourinho telah memimpin timnya melakoni 96 laga Liga Primer di Stamford Bridge dan hanya mencatat satu kekalahan.

Bisa jadi karena alasan itu Chelsea lebih diunggulkan meraih kemenangan (2,09) dibanding Liverpool (3,40) pada laga besok.

Tapi Liverpool bukannya tak punya kesempatan, setidaknya meraih hasil imbang (3,35) di kandang Chelsea. Dari empat partai terakhir di Stamford Bridge di ajang Liga Primer, hanya sekali Liverpool mengalami kekalahan.

Liverpool juga setidaknya bisa menjagokan Simon Mignolet di bawah mistar gawang. Sejauh ini, dia menjadi kiper terbanyak melakukan clean sheets dengan 13 kali, sama dengan torehan Fraser Forster.

Itu berarti, dibutuhkan kreativitas lebih dari para penggawa Chelsea untuk bisa menjebol gawang Liverpool. Eden Hazard bisa diandalkan karena penggawa The Blues itu menjadi pemain yang menciptakan peluang terbanyak dari permainan terbuka di Liga Primer musim ini (88) dan juga mampu mengecoh lawan dengan dribelnya di 160 kesempatan.

Sementara Cesc Fabregas memiliki jumlah assist paling banyak di lima kompetisi terbesar Eropa (30), bahkan mengungguli Lionel Messi (29).