Posted on

Leicester City Tidak Akan Jual Jamie Vardy

Leicester City Tidak Akan Jual Jamie Vardy

 

Leicester City Tidak Akan Jual Jamie Vardy

 

Performa impresif dari Jamie Vardy bersama tim Leicester City selama ini membuat namanya mulai dihubungkan dengan klub – klub besar. Akan tetapi, The Foxes sudah memastikan bahwa Jamie Vardy tidak akan dijual pada bursa transfer Januari 2016 mendatang.

Vardy sendiri sukses menjadi sensasi di musim ini ketika dia mampu mencetak 10 gol dan menjadikannya Top Scorer sementara pada ajang Premier League, di atas para pemain top seperti Alexis Sanchez, Diego Costa, dan juga Sergio Aguero.

Performa impresif dari Jamie Vardy juga punya andil dalam laju kemenangan dari Leicester City sejauh ini, Di mana hal tersebut berhasil membawa mereka ke posisi kelima klasemen sementara Premier League dengan total perolehan 19 poin.

Tentu sebuah hal yang wajar jika performa Jamie Vardy ini membuat namanya mulai disebut oleh sejumlah media Eropa di mana beberapa klub besar juga dikabarkan mulai tertarik untuk mendatangkan pemain yang tiga tahun lalu masih berkompetisi di Northern Premier League itu.

Salah satunya adalah Real Madrid yang dikabarkan ingin mendatangkan Vardy, terkait minimnya stok penyerang tengah yang saat ini mereka miliki. Otomatis, hanya Karim Benzema yang selama ini menjadi andalan Madrid.

Tapi, Claudio Ranieri selaku manajer Leicester memastikan tidak akan ada pemain Leicester yang dijual pada bursa transfer musim dingin nanti termasuk Jamie Vardy. Ranieri menyebut Leicester adalah klub yang paling pas untuk Vardy mengembangkan kariernya di lapangan hijau.

“Dia akan tetap bersama kami. Tidak ada pemain yang pergi di bulan Januari nanti. Bukan Riyad Mahrez, tidak juga dia, tidak juga Schlupp, tidak ada satu pun pemain yang akan kami jual,” ujar Ranieri seperti dikutip dari Soccerway.

“Kami tidak akan menjualnya, dia sangat bahagia di sini dan terlalu dini membicarakan tentang hal tersebut,” sambungnya.

“Saya berharap dia bisa terus berkembang di sini. Akan sangat fantastis jika dia bisa terus lanjut di sini meskipun kami juga menunggu klub – klub besar, tapi ini hanyalah sebuah perkiraan.”tutup pelatih berusia 64 tahun tersebut.

Posted on

Dengan Santai Giroud Tanggapi Kritik dan Cemoohan

Dengan Santai Giroud Tanggapi Kritik dan Cemoohan

Dengan Santai Giroud Tanggapi Kritik dan CemoohanTampil buruk bersama dengan team nasional Prancis pada saat menghadapi Serbia, Olivier Giroud mendapatkan kritik dan cemoohan dari para fansnya. Tapi penyerang Arsenal itu menganggapnya sebagai bagian dari permainan.

Oliver Giroud menjadi starter pada saat Prancis menjamu Serbia di Stade Bordeaux-Atlantique yang merupakan markas besar Prancis pada Selasa (8/9/2015) dinihari WIB. Namun Oliver Giroud pemain yang telah berusia 28 tahun itu gagal menjawab kepercayaan dan tampil dengan mengecewakan.

Bermain sekitar satu jam, Oliver Giroud melepaskan enam tembakan dan cuma satu yang tepat sasaran. Salah satu ‘miss’ Giroud yang paling disesalkan adalah pada saat kombinasinya dengan Antoine Griezmann gagal berujung gol.

Ketika itu Antoine Griezmann memberikan operan yang sempurna ke jalur Oliver Giroud. Di dalam kotak, tendangan kaki kiri Oliver Giroud ke arah tiang jauh justru melebar. Momen buruk striker 28 tahun itu belum selesai karena sekitar menit ke-39 dia kehilangan bola dan direbut pemain lawan, yang berakhir dengan gol Serbia.

Oliver Giroud kemudian ditarik keluar untuk digantikan dengan Karim Benzema. Penampilan buruk di pertandingan tersebut membuat Oliver Giroud pun mendapatkan cemoohan pada saat keluar lapangan. Ditambah lagi, ini merupakan kali keempat secara beruntun dalam balutan seragam Prancis dia gagal mencetak gol.

Oliver Giroud secara pribadi tidak mau terlalu memikirkan kritik dan cemoohan. Baginya itu sudah jadi bagian dari permainan dan kini pemain kelahiran asal Chambery itu cuma ingin fokus untuk memberikan respons.

“Sebagai seorang penyerang, yang jadi kebiasaan untuk Anda sehari-hari adalah mendapatkan tepuk tangan ketika mencetak gol. Ketika hal sebaliknya terjadi, maka situasinya sulit. Semua orang mendapatkan kritikan pada satu titik,” ungkap Oliver Giroud seperti yang telah dikutip dari Standard.

“Itu bukan yang pertama dan tentu bukan yang terakhir terjadi. Saya punya kekuatan mental untuk bangkit. Sekarang saya fokus bekerja. Saya mengerahkan segalanya kecuali mengkhawatirkan hal tersebut. Saya akan selalu bangkit,” ungkap Oliver Giroud lagi.