Posted on

Llorente Ingin Bertahan di Juventus

Llorente Ingin Bertahan di Juventus

Llorente Ingin Bertahan di JuventusPenyerang Juventus yaitu Fernando Llorente sangat berharap bisa bertahan di Juventus Stadium yang merupakan markas besar Juventus pada musim depan. Fernando Llorente penyerang yang berasal dari Spanyol itu telah menilai dalam waktu yang cukup dekat dia akan berbicara dengan klub terkait masa depannya bersama salah satu Raksasa Italia tersebut.

Sebagaimana yang telah diketahui, peluang Fernando Llorente penyerang yang telah berusia 29 tahun untuk bermain secara reguler bersama Juventus di musim 2015-2016 sepertinya akan sangat kecil. Apalagi kalau bukan kehadiran Alvaro Morata serta kehadiran dua pemain baru mereka yaitu Mario Mandzukic dan Paulo Dybala.

Belum lagi rencana La Vecchia Signora yang merupakan julukan Juventus untuk mendatangkan Simone Zaza serta Stevan Jovetic, praktis  saja akan memperkecil peluangnya untuk bermain sebagai pemain pembuka. Untuk itu pilihan pindah ke team lain bisa dibilang sebagai pilihan yang sangat bijak. Namun, Fernando Llorente tetap bersikeras untuk bertahan di Juventus team peraih 31 gelar Scudetto tersebut.

“Sekarang tujuan utama saya adalah untuk bertahan di Juventus dan saya akan berbicara dengan klub serta harus tahu apa yang akan mereka katakan nantinya. AS Monaco? Saya tidak tahu tentang itu, saya baru saja menikah dan ingin menikmati masa bulan madu,” jelas Fernando Llorente seperti yang telah dikutip dari Sport Mediaset pada Selasa (22/6/2015).

Selain itu, Fernando Llorente mantan pemain Athletic Bilbao itu juga berbicara terkait masa depan Carlos Tevez bersama Juventus. Sebagaimana yang telah diketahui, Carlos Tevez dirumorkan akan segera hengkang dari Juventus Stadium untuk menuju klub profesional pertamanya yaitu Boca Juniors.

“Carlos Tevez? Mari kita lihat apakah dia yang akan pergi atau tidak. Jika nantinya dia pergi tentu saja kami akan sangat menyesal, mengingat dia merupakan penyerang yang sangat hebat. Akan banyak perubahan yang terjadi di kubu team ini dan mari kita lihat apa yang akan terjadi nantinya,” urai Fernando Llorente.

Posted on

Tevez Berencana kembali ke Boca

Tevez Berencana kembali ke Boca

Tevez Berencana kembali ke Boca

Presiden Atletico Madrid Enrique Cerezo mengatakan akan sulit untuk menandatangani Carlos Tevez dari Juventus mengingat striker Argentina lama keinginan untuk kembali ke Boca Juniors.

Tevez masih terikat kontrak sampai 2016 dan telah berulang kali mengatakan ia tidak akan menandatangani perpanjangan karena ia berencana untuk kembali ke Boca, di mana ia memulai karirnya, musim panas mendatang.

Bos Atletico Diego Simeone telah mengkonfirmasi bahwa ia ingin menandatangani striker, tapi Cerezo menerima bahwa pemain berusia 31 tahun hanya dapat berpikir tentang pindah kembali ke tanah airnya.

“Sulit untuk bersaing dengan sentimen pribadi, hatinya mungkin katakan padanya untuk pergi ke Boca, tapi dia pemain kami seperti yang adalah orang besar dan profesional,” katanya kepada Radio Uno.

Juve manajer umum Beppe Marotta mengatakan Tevez pekan ini bahwa ia harus membuat keputusan cepat, menambahkan: “Kemungkinan dia meninggalkan masih sangat tinggi, tapi saya tidak ingin menempatkan persentase di atasnya.”

Sementara itu, Cerezo mengatakan dia harga Simeone sebagai pelatih yang lebih baik dari Pep Guardiola atau Jose Mourinho.

Argentina telah membawa sukses besar untuk Atletico sejak mengambil alih pada tahun 2011, memenangkan Copa del Rey, Liga Europa dan La Liga serta membimbing klub untuk 2014 final Liga Champions.

“Dia adalah manajer terbaik di dunia, di depan Guardiola dan Jose Mourinho,” kata Cerezo dalam tanda kutip diterjemahkan oleh Marca.

Posted on

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Enrique malas membicarakan mengenai masa depannya dengan skuat Barcelona.

Di tengah-tengah gossip bakalan meninggalkan The Catalans, Pelatih Luis Enrique enggan berkata panjang lebar mengenai masa depannya dengan The Catalans.

Luis Enrique berhasil menyempurnakan treble gelar di periode musim pertama dengan Azulgrana usai kemenangan 3-1 dari Juventus di final Liga Champions 6/Juni Dini hari tadi.

Juru taktik berumur 45 tahun tersebut serta pula mengantarkan El Barca ke barisan juara La Liga Spanyol & Copa del Rey 2014/2015.

Dengan prestasi berderet, kenyataannya karir ke depan Enrique di barcelona tidak menentu.

“Akan tiba saatnya untuk berpikir mengenai hal itu,” ujarnya sesudah kontes.

“Saya demikian gembira sampai Kamu tak sanggup meminta opini aku berkaitan berita atau pihak-pihak yang kerap kali mengeluarkan kritikan. Aku tak berminat memberikan jawaban.”

“Saya tak peduli komentar pers. Amat enteng mengeluarkan kritikan lantaran kinerja kita dinilai berdasar hasil yang terlihat.”

“Saya mengerti posisi saya berada dimana saat ini. Saya memikirkan kerabat saya keluarga, pemain & beberapa orang yang senantiasa memberikan dukungan. Saya teramat girang.”

“Saya beritahu kembali. Saya bakal menikmati pesta hari ini & demikian juga besok. Pendukungku menyanyikan namaku tengah malam ini & sepanjang Musim di markas The Catalans.”

“Jika boleh jujur, aku tak membutuhkan seluruh hal itu, sebab aku tahu mereka senantiasa beri dukungan. tiada hal lain hari ini kecuali pesta,” tutupnya girang.

Posted on

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Dari hasil polling, Juventus jadi yang paling difavoritkan penggila bola Indonesia jadi juara Liga Champions.

Dua tim raksasa Eropa berjumpa di final Liga Champions malam ini, merupakan Juventus & Barcelona. Keduanya berkompetisi untuk jadi yang paling baik di Eropa.

Baik Juventus ingin pula Barcelona berikut mengusung misi yang sama, melengkapi malam ini(6/Juni) dengan trofi ke-3 mereka.

Juventus, di kontes domestik, telah memenangi Serie A Italia & Coppa Italia. Sementara Barcelona juga pula menjuarai La Liga Spanyol & Copa Del Rey. Tidak salah apabila seterusnya keduanya mau menutup musim bersama trofi jagoan ketiga.

Tetapi, cuma ada satu di antara dua tim paling baik Eropa itu yang sanggup meraihnya. Dengan penilaian statistik & catatan historis, dapat dikatakan level ke-2 tim berada di peringkat yang sama. Keduanya sama-sama sempat menang, juga sempat juga merasakan pahitnya kekalahan.

& tentunya, rekor di periode silam tidak dapat lagi dijadikan acuan untuk tentukan siapa yang akan memenangi duel dinihari ini di Olympiastadion, Berlin.

Penggila bola Indonesia pula ikut memberikan prediksi & menunjuk di antara ke-2 tim yang jadi pemenang di Liga Champions masa ini.

Dari hasil jejak opini yang digagas Netizen Indonesia sejak 1 Juni 2015 sampai hari ini, terkumpul lebih dari 12,000 hasil yang menunjukkan pilihannya.

Bersama pertanyaan “Dua tim tersukses di periode ini berkompetisi buat jadi yang paling baik di antara yang paling baik, siapa juaranya? Juventus atau Barcelona?”, Netizen Indonesia menjatuhkan pilihan terhadap dua opsi, ialah Juventus & Barcelona.

Polling terbanyak, kurang lebih 58,95 % lebih pilih Juventus sebagai peraih treble winners di musim ini, yaitu yang sanggup jadi treble untuk pertama kali nya dalam catatan club.

Disisi lain sisanya, 41,05 %, memberikan polling terhadap Barcelona untuk jadi peraih treble winners , sekaligus jawara Liga Champions musim ini.

Posted on

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Tidak diunggulkan, Juventus Berikan Eropa Kejutan dengan melaju ke final Liga Champions buat kali perdana dalam 12tahun terakhir.

Juventus ternyata berhasil mengakhiri penantian yang panjang dalam 12tahun demi menuju final Liga Champions, sesudah berhasil menahan Real Madrid 1-1 di Santiago Bernabeu, terhadap leg ke-2 semi-final, Kamis (14/5) dini hari WIB. La Vecchia Signora mempunyai wewenang melaju ke puncak, dengan hasil top agregat 3-2.

Kesuksesan itu bisa di bilang mengejutkan, sebab Juventus bukanlah unggulan Liga Champions periode ini. Walaupun teramat mendominasi di Serie A Italia, I Bianconeri tidak diperhitungkan dikarenakan kerap tersisih di fase-fase awal pertandingan. Periode dulu saja mereka tidak sukses lolos dari babak fase kelompok.

Lewat proses yang panjang & pembuktian mutu berulang kali, hasilnya Juventus bisa mematahkan segala prediksi sampai hingga di partai puncak, untuk mendapati trofi Liga Champions ke3. Dipimpin oleh pelatih cerdas dalam diri Massimiliano Allegri, La Fidanzata D’Italia menjadi tim yang amat sangat tangguh dalam pertahanan & mematikan dikala menyerang lawan.

Mulai Sejak dari runner-up Liga Champions dua masa terakhir, Atletico Madrid & Borussia Dortmund, tim kuda hitam AS Monaco, dan juga juara bertahan Real Madrid, Juventus bisa menebas mereka dengan cara tegas. Saat Ini Barcelona menjadi tim terakhir yang menjadi penghalang La Vecchia Omcidi dalam cita cita demi mengecup “Si Kuping Lebar”.

Apakah Sang Kekasih Italia mampu mewujudkannya saat bentrok 6 Juni esok nanti di Olympiastadion Berlin, Jerman?

Posted on

Kegigihan AS Roma

Kegigihan AS Roma

Kegigihan AS RomaRaksasa Italia yaitu AS Roma telah mengawali Liga Serie A Italia pada musim 2014-2015 ini dengan misi memperebutkan scudetto bersama dengan Juventus. Namun pada pertengahan musim, Serigala Ibu Kota yang merupakan julukan AS Roma yang tertatih-tatih dan justru sangat bersaing dengan rival sekotanya yaitu Lazio untuk merebutkan zona Liga Champions di posisi yang kedua.

Posisi tersebut merupakan posisi yang langsung meloloskan team ke fase grup Liga Champions pada musim 2015-2016. Persaingan antara kedua klub tersebut pun berlangsung dengan seru dan AS Roma akhirnya menempati peringkat yang kedua saat menang dengan skor 2-1 di Derbi Ibu Kota atas Lazio. Kegigihan Francesco Totti dan kawan-kawan yang dipuji sang pelatih yaitu Rudi Garcia.

“Semusim ini tidak pernah berjalan dengan mulus dan kami harus melewati beberapa rintangan yang cukup sulit. Kami memiliki sederet pemain cukup fantastis di sini dan kami terus bersama serta hal itulah yang akan membuat kami berakhir berada di posisi yang kedua,” ucap Rudi Garcia yang sebagaimana telah diwartakan oleh Football Italia pada Minggu (31/5/2015).

“AS Roma adalah salah satu team dengan proyek yang sangat menarik di Eropa dan dunia pesepakbola akan tetapi kami tidak boleh terlalu jauh berpikir. Penilaian umum kami adalah kami ada di atas liga tetapi Juventus ada di liganya sendiri pada saat ini,” sambung Rudi Garcia.

Untuk lebih lanjut Rudi Garcia telah menilai teamnya cukup belajar banyak dari kegagalan yang ada di Liga Champions pada musim ini. Setelah bergabung dengan di grup neraka bersama dengan Bayern Munich, Manchester City dan CSKA Moskow.

“Kami yang ditempatkan di grup neraka di Liga Champions tetapi itu semua pengalaman yang sangatbagus untuk kami. Semoga saja kami berada di posisi yang ketiga di undian musim depan dan Kami berharap mungkin berada di grup yang lebih muda,” harap Rudi Garcia mantan pelatih OSC Lille.

Posted on

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Allegri masih akan mempertimbangkan banyak hal sebelum memastikan skuatnya.

Juventus akan melakoni laga krusial menyambut leg kedua semi-final Liga Champions di Santiago Bernabeu pertengahan minggu depan.
Real Madrid sudah menunggu dengan tekad mengalahkan Juventus dan lolos ke final Liga Champions musim ini.

Untuk itu, Juventus melakukan persiapan khusus, termasuk mengistirahatkan sebagian besar pemain terbaiknya kala menjamu Cagliari dinihari tadi. Namun demikian, Massimiliano Allegri masih belum bisa memastikan siapa yang akan dimainkannya di Bernabeu nanti.

“Apakah saya memiliki keraguan mengenai susunan pemain saya? Lebih dari sekadar keraguan malahan. Saya memiliki banyak hal untuk dievaluasi,” kata Allegri, Minggu (10/5).

“Ada risiko di mana laga harus dituntaskan hingga babak perpanjangan waktu, makanya kami membutuhkan pemain dalam kondisi bugar.”

“Saya tak tahu bagaimana pilihan Carlo Ancelotti. Real Madrid memiliki teknik hebat dan kami harus memiliki pendekatan menyerang, karena kami tak memaksimalkan empat atau lima kelemahan kami di leg pertama.”

“Kami harus bisa mencetak gol di sana, karena bila yang terjadi sebaliknya, situasinya akan jadi berat,” tandasnya.

Berbekal kemenangan 2-1 di leg pertama, Juventus minimal membutuhkan hasil seri untuk lolos ke final Liga Champions musim ini.