Posted on

Steven Gerrard Belum Bisa Digantikan Siapapun

Steven Gerrard Belum Bisa Digantikan Siapapun

 

Steven Gerrard Belum Bisa Digantikan Siapapun

 

Posisi dari eks pemain Liverpool, Steven Gerrard, sebagai sosok pemimpin lapangan tengah dari klub tersebut masih belum ada yang bisa menggantikan. Hal itu disampaikan langsung oleh pelatih Liverpool saat ini, Jurgen Klopp.

Menurut eks pelatih dari klub Borussia Dortmund itu, The Reds ( julukan Liverpool ) saat ini dihuni oleh para pemain muda yang berbakat. Akan tetapi, Jurgen Klopp masih terus mencoba untuk mencari sosok yang tepat sebagai penerus dari seorang Steven Gerrard di lini tengah.

“Ini tahun pertama setelah Stevie yang sebagai pemain paling dominan pergi dari klub. Bagaimana bisa para pemain muda saat ini segera mengisi kesenjangan ini, bagaimana mereka bisa melakukannya? Mereka mulai bermain dan mereka mencoba, tetapi mereka masih muda,” ujar pelatih berkebangsaan Jerman tersebut, seperti dikutip dari Soccerway, Sabtu (26/12/2015).

“Saya bukan sekedar mencari alasan, tapi hanya mencoba untuk memberikan penggambaran mengenai situasi yang sedang terjadi saat ini. Ini semua adalah hal yang kita kerjakan,” imbuhnya.

Sosok dari Steven Gerrard sendiri memang sudah sangat lekat dengan Liverpool. Pemain berusia 35 tahun itu sudah berhasil mempersembahkan dua piala FA, tiga Piala Liga (sekarang Capital One Cup), dua Community Shield, serta satu trofi Liga Champions selama 17 tahun dirinya membela Liverpool.

Liverpool sendiri saat ini tercatat berada di peringkat ke 8 dengan total perolehan 27 poin.

Posted on

Mesut Ozil Hanya Bersedia Dikritik Arsene Wenger

Mesut Ozil Hanya Bersedia Dikritik Arsene Wenger

 

Mesut Ozil Hanya Bersedia Dikritik Arsene Wenger

 

Salah satu pemain bintang dari Arsenal, Mesut Ozil, menyatakan dirinya hanya bersedia mendengarkan kritikan dari sang pelatih Arsene Wenger. Alasannya, hanya Arsene Wenger yang selama ini mengetahui seluk – beluk tentang perkembangan dirinya.

Pemain berkebangsaan Jerman ini sendiri sempat mengalami masa – masa sulit sejak hengkang ke Emirates Stadium pada musim 2013 lalu. Pemain yang saat ini berusia 27 tahun tersebut telah tercatat sudah berhasil mencetak empat gol dan membuat 12 assist bersama Tim Meriam London dalam seluruh kompetisinya selama musim 2015 ini.

Oleh karena itu, Ozil menegaskan orang yang layak untuk mengkritiknya hanyalah Arsene Wenger. Sebab, ia merupakan seorang pelatih yang berhak menilai dan mengetahui perkembangannya selama berada di lapangan hijau.

“Saya sudah bermain untuk waktu yang cukup lama dan saya telah bermain sepakbola sejak masih muda. Ketika saya bermain bagus maka saya akan dipuji, begitu pula apabila saya bermain buruk maka saya juga akan di kritik,” ujar Ozil, dikutip dari Sportsmole, Rabu (9/12/2015).

“Saya tidak akan mau mendengarkan perkataan dari media karena saya telah bermain dengan performa yang sangat baik saat ini. Saya akan mengabaikan seluruh perkataan orang lain mengenai diri saya, karena saya akan menunjukan penampilan murni dari dalam diri saya sendiri,” tutup pemain yang pernah membela Real Madrid itu.

Posted on

Wesley Sneijder Yakin Van Persie Akan Bangkit

Wesley Sneijder Yakin Van Persie Akan Bangkit

 

Wesley Sneijder Yakin Van Persie Akan Bangkit

 

Seperti sebuah roda yang berputar, putaran dari Robin van Persie saat ini sedang berada di bawah. Akan tetapi, rekan setimnya di TimNas Belanda, Wesley Sneijder, merasa yakin bahwa Robin Van Persie masih belum berakhir dan akan segera bangkit kembali.

Seperti yang diketahui, belakangan ini Robin Van Persie mengalami serangkaian situasi yang tidak mengenakkan belakangan ini. Setelah dirinya memutuskan untuk meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Fernebahce sepertinya selalu ada saja kejadian yang menimpa dirinya.

Robin Van Persie menjadi sasaran media di Istanbul, Turki karena dinilai ogah – ogahan saat disuruh duduk di bangku cadangan. Hal itu terjadi sebagai buntut dari cekcok dengan pelatih Vitor Pereira.

Situasi di TimNas juga tak berbeda jauh. Robin Van Persie juga sempat bersitegang dengan rekan setimnya, Memphis Depay. Kini dia malah tak dimasukkan dalam daftar pemain menghadapi laga ujicoba melawan Wales dan Jerman.

Manajer tim, Danny Blind, menyebut Van Persie saat ini sedang tidak dalam kondisi fit dan tidak sedang berada pada performa terbaiknya.

Wesley Sneijder sendiri menilai Van Persie masih bisa dan akan segera bangkit kembali. Dia cukup optimistis eks pemain Arsenal itu bakal menjadi pemain kunci lagi bagi timnas Belanda.

“Robin Van Persie harus menjadi bagian dari tim setelah dia kembali pulih. Tapi memang keputusan siapa yang ada di tim bukanlah di tanganku,” kata Sneijder seperti dikutip dari Soccerway.

“Hal ini sama dengan dua tahun lalu dan ada dua hal yang bisa dilakukan. Yakni, memilih lempar handuk atau bekerja ekstra keras untuk membuktikan kalau penilaian orang lain salah. Kalau aku akan memilih yang kedua dan berharap Robin pun akan melakukan hal serupa.

“Memang situasi seperti ini cukup berat. Pertama, kehilangan ban kapten dan semuanya kemudian terlihat tak mengenakkan,” jelas pemain berusia 31 tahun itu.

Robin Van Persie sendiri sampai saat ini masih tercatat sebagai Top Scorer sepanjang masa dari timnas Belanda dengan koleksi 50 gol dari 101 caps.

Posted on

Selangkah Lagi Schweinsteiger Berseragam United

Selangkah Lagi Schweinsteiger Berseragam United

Selangkah Lagi Schweinsteiger Berseragam UnitedGelandang yang bermain di Bayern Munchen yaitu Bastian Schweinsteiger telah dikabarkan tinggal selangkah lagi akan segera bergabung dengan Manchester United. Hal tersebut diperkuat dengan ditolaknya diskusi kontrak baru yang ditawarkan oleh Raksasa Bavaria tersebut.

Seperti yang telah dikutip dari Sportsmole pada Jumat (26/6/2015), Bastian Schweinsteiger menolak untuk memperpanjang kontraknya bersama dengan Bayern Munchen. Bastian Schweinsteiger pemain yang telah berusia 30 tahun tersebut memilih untuk menunggu tawaran dari The Red Devils yang merupakan julukan Manchester United tersebut.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa kontrak Bastian Schweinsteiger di Allianz Arena yang merupakan markas besar Mancheser United menyisakan satu musim lagi. Belakangan Bastian Schweinsteiger pemain yang juga memperkuat Team Nasional Jerman tersebut memang sangat erat dikaitkan oleh klub yang bermarkas di Old Trafford yang merupakan markas besar Manchester United.

Hubungan antar Bastian Schweinsteiger dengan mantan pelatihnya semasa di Bayern Munchen yaitu Louis van Gaal, disinyalir sebagai alasan yang sngat kuat karena dirinya ingin bergabung dengan Manchester United. Sosok pelatih Louis Van Gaal juga yang merevolusinya dari seorang pemain sayang menjadi pemain gelandang tengah.

Untuk membawa Schweini  yang merupakan panggilan untuk Bastian Schweinsteiger untuk ke Old Trafford, Manhester United yang kabarnya telah menyetorkan dana sebesar 17,8 juta pounds, atau kurang lebih Rp372 miliar. Selain mengincar Bastian Schweinsteiger, Manchester United yang belakang ini juga erat dikaitkan dengan pemain bertahan Real Madrid yaitu Sergio Ramos.

Posted on

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Dari hasil polling, Juventus jadi yang paling difavoritkan penggila bola Indonesia jadi juara Liga Champions.

Dua tim raksasa Eropa berjumpa di final Liga Champions malam ini, merupakan Juventus & Barcelona. Keduanya berkompetisi untuk jadi yang paling baik di Eropa.

Baik Juventus ingin pula Barcelona berikut mengusung misi yang sama, melengkapi malam ini(6/Juni) dengan trofi ke-3 mereka.

Juventus, di kontes domestik, telah memenangi Serie A Italia & Coppa Italia. Sementara Barcelona juga pula menjuarai La Liga Spanyol & Copa Del Rey. Tidak salah apabila seterusnya keduanya mau menutup musim bersama trofi jagoan ketiga.

Tetapi, cuma ada satu di antara dua tim paling baik Eropa itu yang sanggup meraihnya. Dengan penilaian statistik & catatan historis, dapat dikatakan level ke-2 tim berada di peringkat yang sama. Keduanya sama-sama sempat menang, juga sempat juga merasakan pahitnya kekalahan.

& tentunya, rekor di periode silam tidak dapat lagi dijadikan acuan untuk tentukan siapa yang akan memenangi duel dinihari ini di Olympiastadion, Berlin.

Penggila bola Indonesia pula ikut memberikan prediksi & menunjuk di antara ke-2 tim yang jadi pemenang di Liga Champions masa ini.

Dari hasil jejak opini yang digagas Netizen Indonesia sejak 1 Juni 2015 sampai hari ini, terkumpul lebih dari 12,000 hasil yang menunjukkan pilihannya.

Bersama pertanyaan “Dua tim tersukses di periode ini berkompetisi buat jadi yang paling baik di antara yang paling baik, siapa juaranya? Juventus atau Barcelona?”, Netizen Indonesia menjatuhkan pilihan terhadap dua opsi, ialah Juventus & Barcelona.

Polling terbanyak, kurang lebih 58,95 % lebih pilih Juventus sebagai peraih treble winners di musim ini, yaitu yang sanggup jadi treble untuk pertama kali nya dalam catatan club.

Disisi lain sisanya, 41,05 %, memberikan polling terhadap Barcelona untuk jadi peraih treble winners , sekaligus jawara Liga Champions musim ini.

Posted on

Karl-Heinz Riedle Setuju Ilkay Gundogan Gabung Dengan Barca

Karl-Heinz Riedle Setuju Ilkay Gundogan Gabung Dengan Barca

Karl-Heinz Riedle Setuju Ilkay Gundogan Gabung Dengan Barca

Bagi Karl-Heinz Riedle, Ilkay Gundogan takkan kesusahan beradaptasi di Barca lantaran tipikal permainannya serupa Xavi.

Eks penyerang Borussia Dortmund, Karl-Heinz Riedle, membahas bagaimana bisa saja Ilkay Gundogan pindah club musim panas ini.

Gundogan telah buka bicara bahwa dapat meninggalkan Dortmund dengan maksud yang belum ditentukan. Banyaknya club unggul Eropa tertarik merekrut gelandang berumur 24 th itu. Manchester United & Arsenal persaingan dari Inggris, sedangkan Bayern Munich pula tergiur mendapatkannya. Tidak luput juga Barcelona.

“Awalnya sungguh tapi sayang ia meninggalkan Dortmund. Namun jikalau dirinya pilih Barcelona, aku bakal memberinya ucapan selamat,” tukas Riedle pada Pers Jerman.

“Barcelona club yg ditakdirkan buat gaya permainannya. Jika beliau 100% fit, dia adalah pemain yang sensasional. Aku rasa kita belum menonton tampilan paling baik dari Gundogan.”

Riedle percaya Barcelona bisa memakai servis Gundogan yang terkenal sangat baik.

“Jarang aku lihat seseorang pemain dengan kecerdasan & kebolehan sepakbola melebihi daripada Gundogan. Sehingga aku percaya ia mampu serta-merta di terima di Barcelona. Bagi aku dirinya seperti ‘Xavi Baru’ yang bisa mengatur & mendikte irama Permainan. Di bidang ini, dirinya salah satu yang paling baik didunia,” lanjutnya.

Riedle pun melontarkan opininya menyangkut pengunduran diri Jurgen Klopp yang merupakan pelatih Dortmund.

“Jurgen sanggup beradaptasi dimana saja. Pasti enteng baginya bertahan di Jerman sebab popularitasnya juga caranya menangani pemberitaan. Bakal jadi tantangan yang lebih gede buatnya bila pindah ke Inggris atau Spanyol. Beliau pelatih hebat & bakal menentukan pilihannya,” ungkap laki-laki 49 th ini.

“Saya tak akan merekomendasikan club apapun. Tetapi yang tentu aku tidak mampu ialah membayangkan dirinya pindah ke Stoke City. Club akbar dari Liga Primer atau La Liga sesuai dengan gayanya sebagai pelatih.”

Posted on

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Tidak diunggulkan, Juventus Berikan Eropa Kejutan dengan melaju ke final Liga Champions buat kali perdana dalam 12tahun terakhir.

Juventus ternyata berhasil mengakhiri penantian yang panjang dalam 12tahun demi menuju final Liga Champions, sesudah berhasil menahan Real Madrid 1-1 di Santiago Bernabeu, terhadap leg ke-2 semi-final, Kamis (14/5) dini hari WIB. La Vecchia Signora mempunyai wewenang melaju ke puncak, dengan hasil top agregat 3-2.

Kesuksesan itu bisa di bilang mengejutkan, sebab Juventus bukanlah unggulan Liga Champions periode ini. Walaupun teramat mendominasi di Serie A Italia, I Bianconeri tidak diperhitungkan dikarenakan kerap tersisih di fase-fase awal pertandingan. Periode dulu saja mereka tidak sukses lolos dari babak fase kelompok.

Lewat proses yang panjang & pembuktian mutu berulang kali, hasilnya Juventus bisa mematahkan segala prediksi sampai hingga di partai puncak, untuk mendapati trofi Liga Champions ke3. Dipimpin oleh pelatih cerdas dalam diri Massimiliano Allegri, La Fidanzata D’Italia menjadi tim yang amat sangat tangguh dalam pertahanan & mematikan dikala menyerang lawan.

Mulai Sejak dari runner-up Liga Champions dua masa terakhir, Atletico Madrid & Borussia Dortmund, tim kuda hitam AS Monaco, dan juga juara bertahan Real Madrid, Juventus bisa menebas mereka dengan cara tegas. Saat Ini Barcelona menjadi tim terakhir yang menjadi penghalang La Vecchia Omcidi dalam cita cita demi mengecup “Si Kuping Lebar”.

Apakah Sang Kekasih Italia mampu mewujudkannya saat bentrok 6 Juni esok nanti di Olympiastadion Berlin, Jerman?