Posted on

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Enrique malas membicarakan mengenai masa depannya dengan skuat Barcelona.

Di tengah-tengah gossip bakalan meninggalkan The Catalans, Pelatih Luis Enrique enggan berkata panjang lebar mengenai masa depannya dengan The Catalans.

Luis Enrique berhasil menyempurnakan treble gelar di periode musim pertama dengan Azulgrana usai kemenangan 3-1 dari Juventus di final Liga Champions 6/Juni Dini hari tadi.

Juru taktik berumur 45 tahun tersebut serta pula mengantarkan El Barca ke barisan juara La Liga Spanyol & Copa del Rey 2014/2015.

Dengan prestasi berderet, kenyataannya karir ke depan Enrique di barcelona tidak menentu.

“Akan tiba saatnya untuk berpikir mengenai hal itu,” ujarnya sesudah kontes.

“Saya demikian gembira sampai Kamu tak sanggup meminta opini aku berkaitan berita atau pihak-pihak yang kerap kali mengeluarkan kritikan. Aku tak berminat memberikan jawaban.”

“Saya tak peduli komentar pers. Amat enteng mengeluarkan kritikan lantaran kinerja kita dinilai berdasar hasil yang terlihat.”

“Saya mengerti posisi saya berada dimana saat ini. Saya memikirkan kerabat saya keluarga, pemain & beberapa orang yang senantiasa memberikan dukungan. Saya teramat girang.”

“Saya beritahu kembali. Saya bakal menikmati pesta hari ini & demikian juga besok. Pendukungku menyanyikan namaku tengah malam ini & sepanjang Musim di markas The Catalans.”

“Jika boleh jujur, aku tak membutuhkan seluruh hal itu, sebab aku tahu mereka senantiasa beri dukungan. tiada hal lain hari ini kecuali pesta,” tutupnya girang.

Posted on

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Tidak diunggulkan, Juventus Berikan Eropa Kejutan dengan melaju ke final Liga Champions buat kali perdana dalam 12tahun terakhir.

Juventus ternyata berhasil mengakhiri penantian yang panjang dalam 12tahun demi menuju final Liga Champions, sesudah berhasil menahan Real Madrid 1-1 di Santiago Bernabeu, terhadap leg ke-2 semi-final, Kamis (14/5) dini hari WIB. La Vecchia Signora mempunyai wewenang melaju ke puncak, dengan hasil top agregat 3-2.

Kesuksesan itu bisa di bilang mengejutkan, sebab Juventus bukanlah unggulan Liga Champions periode ini. Walaupun teramat mendominasi di Serie A Italia, I Bianconeri tidak diperhitungkan dikarenakan kerap tersisih di fase-fase awal pertandingan. Periode dulu saja mereka tidak sukses lolos dari babak fase kelompok.

Lewat proses yang panjang & pembuktian mutu berulang kali, hasilnya Juventus bisa mematahkan segala prediksi sampai hingga di partai puncak, untuk mendapati trofi Liga Champions ke3. Dipimpin oleh pelatih cerdas dalam diri Massimiliano Allegri, La Fidanzata D’Italia menjadi tim yang amat sangat tangguh dalam pertahanan & mematikan dikala menyerang lawan.

Mulai Sejak dari runner-up Liga Champions dua masa terakhir, Atletico Madrid & Borussia Dortmund, tim kuda hitam AS Monaco, dan juga juara bertahan Real Madrid, Juventus bisa menebas mereka dengan cara tegas. Saat Ini Barcelona menjadi tim terakhir yang menjadi penghalang La Vecchia Omcidi dalam cita cita demi mengecup “Si Kuping Lebar”.

Apakah Sang Kekasih Italia mampu mewujudkannya saat bentrok 6 Juni esok nanti di Olympiastadion Berlin, Jerman?