Posted on

Barcelona Terus Pantau Riechedly Bazoer

Barcelona Terus Pantau Riechedly Bazoer

Barcelona Terus Pantau Riechedly BazoerSalah satu klub raksasa Spanyol yaitu Barcelona akan terus bersiap diri menjelang jendela transfer kembali dibuka pada Januari 2016 nantinya. Seperti yang telah diketahui bahwa embargo transfer FIFA yang cukup membelit mereka akan berakhir pada bursa transfer musim dingin pada nantinya.

Seperti yang telah diwartakan dari Mundo Deportivo pada Selasa (6/10/2015), Barcelona pada saat ini sedang gencar mengamati salah satu pemain muda Ajax Amsterdam yaitu Riechedly Bazoer. Riechedly Bazoer pemain bintang yang telah berposisi sebagai gelandang sentral dan belakangan dijuluki dengan ‘The New Frank Rijkaard’ di panggung Eredivisie.

Pemain Ariedo Braida dan Robert Fernandez sebagai perwakilan dari Blaugrana yang merupakan julukan Barcelona pun telah dikabarkan akan hadir di Amstrerdam Arena yang merupakan markas besar Ajax Amsterdam pada akhir pekan lalu untuk melihat langsung aksi dari pemain Riechedly Bazoer. Keduanya telah diyakini akan hadir pada saat Ajax Amsterdam dikalahkan dari rival abadi mereka yaitu PSV Eindhoven dengan skor akhir 1-2.

Andai saja memang jadi datang ke Camp Nou yang merupakan markas besar Barcelona, Riechedly Bazoer bintang belia yang berkebangsaan Belanda itu akan diproyeksikan untuk memperkuat Barcelona B untuk terlebih dahulu, sambil diharapkan akan segera terus berkembang sehingga bisa menjadi pemain bintang tambahan yang sangat bagus bagi team utama Barcelona di masa depannya.

Posted on

Parlemen Eropa Inginkan Sepp Blatter Untuk Turun

Parlemen Eropa Inginkan Sepp Blatter Untuk Turun

Parlemen Eropa Inginkan Sepp Blatter Untuk Turun

Berita pengunduran diri Sepp Blatter minggu lalu dilihat belum lumayan. Dirinya dituntut langsung serentak meninggalkan jabatannya.

Sepp Blatter mendapat desakan dari Parlemen Eropa untuk secepatnya meletakkan jabatan juga sebagai presiden FIFA.

Blatter telah mengumumkan gagasan pengunduran diri minggu silam seiring mencuatnya skandal korupsi di tubuh teratas sepakbola dunia, tetapi laki-laki Swiss itu dapat konsisten menduduki posisinya sampai terpilihnya presiden anyar dalam Kongres Luar Biasa yang bakal diadakan antara Desember tahun ini & Maret 2016.

Parlemen Eropa memandang itu tidak memuaskan. Sepp Blatter dituntut buat mundur secepatnya.

“Parlemen Eropa ,meminta, di antaranya yaitu, pengunduran diri selekasnya presiden FIFA Joseph Blatter,” begitu opini resmi yang dirilis Kamis (11/Juni) ini.

“Parlemen menyongsong pengunduran diri Joseph Blatter yang merupakan presiden FIFA & meminta federasi tersebut untuk pilih pemimpin interim buat menggantikannya.”

“FIFA mesti ditempatkan dalam proses pengambilan ketentuan yang transparan, seimbang, & demokratis, termasuk juga untuk pemilihan presiden baru, menyambung resolusi, yang diluluskan dengan tunjuk tangan.”

Dalam pernyataannya Parlemen Eropa pun menyatakan ketetapan untuk menunjuk Rusia & Qatar sebagai tuan rumah dua edisi Piala Dunia berikut harus dianggap “tidak sah” seandainya dugaan korupsi terkait proses bidding bisa di buktikan.

Seperti yang kita ketahui, skandal menghebohkan ini awalnya menyeruak dua minggu silam, tidak kurang dari 14 orang, sembilan di antaranya offisial FIFA, dijadikan pelaku dalam tuduhan pemerasan, suap, pencucian dana, & penipuan.

Posted on

Qatar Balas Sindir Presiden FA

Qatar Balas Sindir Presiden FA

Qatar Balas Sindir Presiden FA

Presiden Asosiasi Sepakbola Qatar inginkan Greg Dyke lebih fokus membangun tim yg sanggup merajai Piala Dunia 2022.

Presiden Asosiasi Sepakbola Qatar Sheikh Hamad Badan Intelijen Negara Khalifa Badan Intelijen Negara Ahmed Al Thani balas menyentil Greg Dyke yang menyatakan penyelenggara Piala Dunia 2022 tak mampu tidur nyenyak sesudah Sepp Blatter mundur.

Dyke bahkan menyampaikan apabila bukti baru muncul & memperlihatkan indikasi korupsi, Piala Dunia Rusia 2018 & Qatar 2022 mesti ditinjau ulang.

“Insting Mr Dyke segera konsentrasi mencabut status tuan rumah Qatar dikarenakan untuk kali awal Piala Dunia dapat digelar di Timur Tengah,” ungkapnya dalam sumber resmi.

“Setelah bekerja sama penuh pada penyelidikan yang sudah menyebutkan tak adanya penyimpangan, kami dapat menyongsong penuntut umum Swiss buat menginvestigasi proses pemilihan Piala Dunia 2018 & 2022.”

“Kami pula meminta Mr Dyke buat melepaskan proses yang legal berjalan & lebih baik berkonsentrasi kepada janjinya membangun suatu tim yang sanggup merajai Piala Dunia 2022 di Qatar.”

Pada Awal Mulanya Dyke mengemukakan : “Jika aku penyelenggara Piala Dunia Qatar, aku tak akan mampu tidur nyenyak.”

“Kurangnya bukti jika ada korupsi kepada penunjukkan Rusia, tapi terpilihnya Qatar sangat susah dicerna. Pilihan Piala Dunia di cuaca panas di Qatar di mana departemen kesehatan & keamanan FIFA mengeluarkan pendapat sebaliknya.”

“Saya pikir seandainya ada bukti baru indikasi korupsi, sehingga pemilihan mesti diulang, seharusnya seperti itu,” ungkapnya.

Inggris muncul menjadi salah satu negeri yang ajukan diri yang merupakan tuan rumah Piala Dunia 2018 sementara Australia & Amerika Serikat gugur di pemilihan 2022.

Posted on

Wenger Khawatirkan Sanchez

Wenger Khawatirkan Sanchez

Wenger Khawatirkan SanchezAjang Copa America 2015 sesaat lagi akan segera diadakan dengan Cile sebagai penyelenggaranya akan tetapi hal tersebut justru akan memberikan perasaan yang tidak tenang terhadap para pelatih yang memiliki pemain yang berasal dari Amerika Latin, tidak terkecuali adalah Arsene Wenger.

Pasalnya bahwa salah satu bintang Arsenal pada musim ini yaitu Alexis Sanchez terdaftar dalam skuad Team Nasional Cile yang akan segera menjalankan kompetisi Copa America pada 11 Juni hingga 4 Juli yang akan mendatang. Bahkan Arsene Wenger menilai tampilnya Alexis Sanchez di kompetisi tersebut diisukan akan memberikan dampak yang negatif terhadap kondisi fisiknya.

“Ya, tentu saja saya akan menyaksikan setiap pertandingan di turnamen (Copa America 2015) itu. Akan tetapi, saya akan menyaksikan dengan perasaan yang tidak tenang. Sebab salah satu pemain kami yaitu Alexis  Sanchez berada dalam skuad Team Nasional Cile, yang dimana dia juga sudah memainkan banyak pertandingan bersama kami pada musim ini,” jelas Arsene Wenger, seperti yang telah diberitakan Daily Star pada Rabu (27/5/2015).

“Mungkin jika Anda berada dalam posisi seperti yang kami maka Anda akan menilai kejuaraan itu seharusnya harus diundur. Pasalnya sudah terlalu banyak kompetisi yang berlangsung pada tahun ini. Namun, yang membuat saya terkejut FIFA menyetujuinya,” lanjut Arsene Wenger pelatih dengan usia 65 tahun tersebut.

Selain heran dengan sikap FIFA, Arsene Wenger juga mengkhawatirkan terlalu pas jadwal selesainya Copa America dengan dimulainya English Premier League. Bagi pelatih Arsenel yaitu Arsene Wenger yang berkebangsaan Prancis itu hal ini tidaklah masuk di akal.

“Saya merasa kecewa karena mereka banyak berbicara mengenai kesehatan para pemain. Akan tetapi ketika Anda melihat kompetisi yang telah diorganisir seperti Copa America maka lihatlah tanggal dimulainya English Premier League dan itu sangat tidak masuk akal.”

“Kalender pertandingan akan berpengaruh terhadap pramusim dan saya yakin itu adalah keputusan yang sangat salah dikarenakan English Premier League dimulai pada 8 Agustus mendatang. Dan jika Anda kembali memulai musim pada 8 Agustus maka apakah Anda memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik,” tutupnya.