Posted on

Cristian Tello Berencana Hengkang Dari Barcelona

Cristian Tello Berencana Hengkang Dari Barcelona

 

Cristian Tello Berencana Hengkang Dari Barcelona

 

Penyerang klub raksasa Barcelona yang saat ini sedang dipinjamkan kepada FC Porto, Cristian Tello, mengungkapkan rencana untuk masa depannya sebagai seorang pesepakbola. Dirinya mengaku tidak memiliki rencana untuk kembali ke Barcelona di waktu yang akan datang.

Seperti yang sudah diketahui sejak masuk ke dalam skuad utama Barcelona pada tahun 2011 lalu, Cristian Tello memang tercatat menjalani karier yang kurang mengesankan bagi petinggi maupun fans dari Barcelona. Kondisi itulah yang membuat manajemen klub asuhan pelatih Luis Enrique itu memutuskan untuk melepasnya ke Porto pada musim panas ini.

Setelah hampir setengah musim merumput bersama raksasa Liga Portugal tersebut, Tello ternyata merasa sudah betah dengan kondisi di Porto. Bahkan melalui sang agen, Josep Maria, Cristian Tello mengungkapkan niatnya untuk tidak kembali ke Estadio Camp Nou.

“Barcelona tidak menyukai pemain yang merasa senang berada di klub lain. Dengan kondisi seperti itu, sepertinya masa depan Cristian Tello sudah tidak ada bersama Barcelona,” ujar Josep Maria, seperti yang dilansir oleh Goal, Jumat (30/10/2015).

“Terlebih, saat ini Cristian Tello sangat menyukai berada di Porto. Dia merasa lebih dihargai di tempat ini dibandingkan saat dirinya bersama Barcelona. Namun semuanya tergantung Porto, apakah mereka akan mempertahankan Tello atau tidak. Semua itu baru bisa kami jawab pada akhir musim nanti,” tutupnya.

Posted on

Tanpa Messi Barcelona Perkasa

Tanpa Messi Barcelona Perkasa

Tanpa Messi Barcelona Perkasa

Ivan Rakitic yang mencetak dua gol dalam pertandingan Barcelona pada saat melawan Bate pada Rabu (21/10/2015). Kemenangan tersebut telah membuat Barcelona semakin kuat di puncak klasemen sementara Grup E Liga Champions dengan perolehan tujuh poin hasil dari dua kemenangan dan sekali imbang.

Barcelona yang bermain tanpa pemain andalan mereka yaitu Lionel Messi, tampak cukup frustrasi pada babak yang pertama. Beberapa peluang yang telah berhasil diciptakan namun lini depan Blaugrana yang merupakan tidak mampu mengubahnya menjadi sebuah gol.

Ivan Rakitic yang menjadi bintang pertandingan baru masuk ketika menjadi pemain pengganti pada menit ke-17 yang menggantikan Sergi Roberto yang mengalami cedera. Ivan Rakitic yang mencetak gol pertama pada menit ke-48 setelah mendapat umpan dari Neymar. Gol kedua Ivan Rakitic juga berasal dari umpan Neymar pada menit ke-64.

“Saya sangat senang sekali bisa membantu team dan yang terpenting kami sangat berhasil memenangkan pertandingan. Tidak mudah untuk bermain di sini dengan kondisi yang sangat dingin seperti ini,” ujar Ivan Rakitic seperti yang telah diberitakan dari The Guardian pada Rabu (21/10/2015).

“Saya rasa ini salah satu pertandingan terbaik kami karena kami sangat solid sekali pada pertahanan dan berhasil menghalau serangan pada lawan. Pada lini depan kami yang berusaha keras untuk menciptakan gol. Padas saat ini kami berada di jalur yang tepat sekali,” tandasnya.

Posted on

Barcelona Terus Pantau Riechedly Bazoer

Barcelona Terus Pantau Riechedly Bazoer

Barcelona Terus Pantau Riechedly BazoerSalah satu klub raksasa Spanyol yaitu Barcelona akan terus bersiap diri menjelang jendela transfer kembali dibuka pada Januari 2016 nantinya. Seperti yang telah diketahui bahwa embargo transfer FIFA yang cukup membelit mereka akan berakhir pada bursa transfer musim dingin pada nantinya.

Seperti yang telah diwartakan dari Mundo Deportivo pada Selasa (6/10/2015), Barcelona pada saat ini sedang gencar mengamati salah satu pemain muda Ajax Amsterdam yaitu Riechedly Bazoer. Riechedly Bazoer pemain bintang yang telah berposisi sebagai gelandang sentral dan belakangan dijuluki dengan ‘The New Frank Rijkaard’ di panggung Eredivisie.

Pemain Ariedo Braida dan Robert Fernandez sebagai perwakilan dari Blaugrana yang merupakan julukan Barcelona pun telah dikabarkan akan hadir di Amstrerdam Arena yang merupakan markas besar Ajax Amsterdam pada akhir pekan lalu untuk melihat langsung aksi dari pemain Riechedly Bazoer. Keduanya telah diyakini akan hadir pada saat Ajax Amsterdam dikalahkan dari rival abadi mereka yaitu PSV Eindhoven dengan skor akhir 1-2.

Andai saja memang jadi datang ke Camp Nou yang merupakan markas besar Barcelona, Riechedly Bazoer bintang belia yang berkebangsaan Belanda itu akan diproyeksikan untuk memperkuat Barcelona B untuk terlebih dahulu, sambil diharapkan akan segera terus berkembang sehingga bisa menjadi pemain bintang tambahan yang sangat bagus bagi team utama Barcelona di masa depannya.

Posted on

Messi Layak Untuk Di Puji

Messi Layak Untuk Di Puji

Messi Layak Untuk Di Puji

Lionel Messi akan memenangkan Ballon d’Or 2015, Bintang Barcelona Neymar mengatakan klub rekan setimnya Lionel Messi sudah memiliki tahun ini Ballon d’Or trofi dijahit, sambil menambahkan dia bertujuan untuk sebuah tempat di podium.

Messi, 27, telah mulai 2015 melihat kembali ke bentuk terbaiknya, mencetak 35 gol dalam 35 pertandingan klub sejauh tahun ini sebagai Barcelona memenangkan Liga Champions, Copa del Rey dan La Liga Treble, membuat Argentina sudah menjadi favorit besar untuk tahun ini penghargaan pemain terbaik dunia.

Neymar, 23, juga telah bermain luar biasa, menjadi pemain pertama yang mencetak gol di kedua perempat final, semifinal kedua dan final sebagai Barca mengalahkan semua pendatang untuk memenangkan Liga Champions.

Menampilkan semacam itu menyebabkan laporan luas bahwa klub Catalan ditetapkan untuk membalasnya dengan kontrak baru.

Brasil, yang berbicara setelah ia mencetak satu gol dan membuat yang lainnya di 2-1 Copa America pertandingan grup pembuka kemenangan hari Minggu atas Peru, mengatakan jelas bahwa sesama Amerika Selatan ditetapkan untuk karir kelima Ballon d’Or, namun ia sendiri telah pemandangan set pada tempat pribadi pertama pada akhir tiga orang Undergraduate.

“Tahun ini yang terbaik di dunia tidak lagi untuk diperebutkan,” kata Neymar. “Messi layak untuk itu, untuk semua yang telah ia lakukan. Kami harus melihat apakah saya bisa masuk ke tiga besar.”

Neymar telah dihormati di Ballon d’Or gala sebelumnya, setelah memenangkan penghargaan Puskas untuk tujuan terbaik kembali hari Santos di 2012.

Setelah menunjukkan terang awal di Piala Dunia 2014 telah dipotong pendek oleh cedera, dia datang ketujuh dalam jajak pendapat tahun lalu, mendapatkan hanya 2,21 persen dari suara.

Posted on

Menurut Josep Bartomeu, Lionel Messi Belum mentok

Menurut Josep Bartomeu, Lionel Messi Belum mentok

Menurut Josep Bartomeu, Lionel Messi Belum mentok

Peraih empat Ballon D’Or menghasilkan 58 gol dalam 57 turnamen tatkala club mendapatkan treble, namun supremo Barcelona percaya itu bukan pencapaian teratas La Pulga.

Lionel Messi tetap belum mencapai batas penampilannya, menurut Josep Bartomeu. Sang presiden Barcelona bahkan mengklaim La Pulga tidak menyadari kemampuannya sendiri.

Bintang Argentina memberi inspirasi The Catalans merebut triplet buat ke-2 kali dengan mengkukuhkan 58 gol cuma dalam 57 turnamen di seluruhnya turnamen dimana Barcelona mengambil pulang trofi La Liga, Copa del Rey & Liga Champions.

Tapi, Bartomeu percaya Messi bersama-sama Luis Suarez & Neymar mengukir rekor 120 gol di periode 2014/15 belum mencapai puncak performa terbaik.

“Messi saat ini unggul score La Liga. Sungguh diluar nalar apa yang sudah ia laksanakan,” papar Bartomeu.

“Tapi ga ada yang tahu batasnya, bahkan dirinya sekalipun. Kami sudah membuat trio paling baik sepanjang histori sepakbola. Mereka memecahkan rekor & ini suatu kehormatan mempunyai mereka dalam tim kami.

“Kami miliki tim belia yang membiarkan kami bermimpi buat berhasil musim depan. Aku mesti katakan ini momen sebuah mimpi,” imbuh sang supremo.

Selanjutnya , Bartomeu pun memuji Luis Enrique & Messi sesudah keduanya melintasi masa susah musim dulu.

“Di bawah Luis Enrique & dipimpin Messi, mereka laksanakan tugas paling susah, mereka sukses mengakhiri siklus kemenangan bersama membangun siklus kemenangan yang baru.

“Ini luar biasa. Mereka laksanakan sesuatu yang orang tak sangka. Mereka mengatasi tantangan yang kelihatannya tidak mungkin.”

Posted on

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Bagi Luis Enrique Saat Ini Hanyalah Pesta Bukan Memikirkan Masa Depan

Enrique malas membicarakan mengenai masa depannya dengan skuat Barcelona.

Di tengah-tengah gossip bakalan meninggalkan The Catalans, Pelatih Luis Enrique enggan berkata panjang lebar mengenai masa depannya dengan The Catalans.

Luis Enrique berhasil menyempurnakan treble gelar di periode musim pertama dengan Azulgrana usai kemenangan 3-1 dari Juventus di final Liga Champions 6/Juni Dini hari tadi.

Juru taktik berumur 45 tahun tersebut serta pula mengantarkan El Barca ke barisan juara La Liga Spanyol & Copa del Rey 2014/2015.

Dengan prestasi berderet, kenyataannya karir ke depan Enrique di barcelona tidak menentu.

“Akan tiba saatnya untuk berpikir mengenai hal itu,” ujarnya sesudah kontes.

“Saya demikian gembira sampai Kamu tak sanggup meminta opini aku berkaitan berita atau pihak-pihak yang kerap kali mengeluarkan kritikan. Aku tak berminat memberikan jawaban.”

“Saya tak peduli komentar pers. Amat enteng mengeluarkan kritikan lantaran kinerja kita dinilai berdasar hasil yang terlihat.”

“Saya mengerti posisi saya berada dimana saat ini. Saya memikirkan kerabat saya keluarga, pemain & beberapa orang yang senantiasa memberikan dukungan. Saya teramat girang.”

“Saya beritahu kembali. Saya bakal menikmati pesta hari ini & demikian juga besok. Pendukungku menyanyikan namaku tengah malam ini & sepanjang Musim di markas The Catalans.”

“Jika boleh jujur, aku tak membutuhkan seluruh hal itu, sebab aku tahu mereka senantiasa beri dukungan. tiada hal lain hari ini kecuali pesta,” tutupnya girang.

Posted on

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Favorit Penggila Bola Indonesia untuk Juara Liga Champions Adalah Juventus

Dari hasil polling, Juventus jadi yang paling difavoritkan penggila bola Indonesia jadi juara Liga Champions.

Dua tim raksasa Eropa berjumpa di final Liga Champions malam ini, merupakan Juventus & Barcelona. Keduanya berkompetisi untuk jadi yang paling baik di Eropa.

Baik Juventus ingin pula Barcelona berikut mengusung misi yang sama, melengkapi malam ini(6/Juni) dengan trofi ke-3 mereka.

Juventus, di kontes domestik, telah memenangi Serie A Italia & Coppa Italia. Sementara Barcelona juga pula menjuarai La Liga Spanyol & Copa Del Rey. Tidak salah apabila seterusnya keduanya mau menutup musim bersama trofi jagoan ketiga.

Tetapi, cuma ada satu di antara dua tim paling baik Eropa itu yang sanggup meraihnya. Dengan penilaian statistik & catatan historis, dapat dikatakan level ke-2 tim berada di peringkat yang sama. Keduanya sama-sama sempat menang, juga sempat juga merasakan pahitnya kekalahan.

& tentunya, rekor di periode silam tidak dapat lagi dijadikan acuan untuk tentukan siapa yang akan memenangi duel dinihari ini di Olympiastadion, Berlin.

Penggila bola Indonesia pula ikut memberikan prediksi & menunjuk di antara ke-2 tim yang jadi pemenang di Liga Champions masa ini.

Dari hasil jejak opini yang digagas Netizen Indonesia sejak 1 Juni 2015 sampai hari ini, terkumpul lebih dari 12,000 hasil yang menunjukkan pilihannya.

Bersama pertanyaan “Dua tim tersukses di periode ini berkompetisi buat jadi yang paling baik di antara yang paling baik, siapa juaranya? Juventus atau Barcelona?”, Netizen Indonesia menjatuhkan pilihan terhadap dua opsi, ialah Juventus & Barcelona.

Polling terbanyak, kurang lebih 58,95 % lebih pilih Juventus sebagai peraih treble winners di musim ini, yaitu yang sanggup jadi treble untuk pertama kali nya dalam catatan club.

Disisi lain sisanya, 41,05 %, memberikan polling terhadap Barcelona untuk jadi peraih treble winners , sekaligus jawara Liga Champions musim ini.

Posted on

Karl-Heinz Riedle Setuju Ilkay Gundogan Gabung Dengan Barca

Karl-Heinz Riedle Setuju Ilkay Gundogan Gabung Dengan Barca

Karl-Heinz Riedle Setuju Ilkay Gundogan Gabung Dengan Barca

Bagi Karl-Heinz Riedle, Ilkay Gundogan takkan kesusahan beradaptasi di Barca lantaran tipikal permainannya serupa Xavi.

Eks penyerang Borussia Dortmund, Karl-Heinz Riedle, membahas bagaimana bisa saja Ilkay Gundogan pindah club musim panas ini.

Gundogan telah buka bicara bahwa dapat meninggalkan Dortmund dengan maksud yang belum ditentukan. Banyaknya club unggul Eropa tertarik merekrut gelandang berumur 24 th itu. Manchester United & Arsenal persaingan dari Inggris, sedangkan Bayern Munich pula tergiur mendapatkannya. Tidak luput juga Barcelona.

“Awalnya sungguh tapi sayang ia meninggalkan Dortmund. Namun jikalau dirinya pilih Barcelona, aku bakal memberinya ucapan selamat,” tukas Riedle pada Pers Jerman.

“Barcelona club yg ditakdirkan buat gaya permainannya. Jika beliau 100% fit, dia adalah pemain yang sensasional. Aku rasa kita belum menonton tampilan paling baik dari Gundogan.”

Riedle percaya Barcelona bisa memakai servis Gundogan yang terkenal sangat baik.

“Jarang aku lihat seseorang pemain dengan kecerdasan & kebolehan sepakbola melebihi daripada Gundogan. Sehingga aku percaya ia mampu serta-merta di terima di Barcelona. Bagi aku dirinya seperti ‘Xavi Baru’ yang bisa mengatur & mendikte irama Permainan. Di bidang ini, dirinya salah satu yang paling baik didunia,” lanjutnya.

Riedle pun melontarkan opininya menyangkut pengunduran diri Jurgen Klopp yang merupakan pelatih Dortmund.

“Jurgen sanggup beradaptasi dimana saja. Pasti enteng baginya bertahan di Jerman sebab popularitasnya juga caranya menangani pemberitaan. Bakal jadi tantangan yang lebih gede buatnya bila pindah ke Inggris atau Spanyol. Beliau pelatih hebat & bakal menentukan pilihannya,” ungkap laki-laki 49 th ini.

“Saya tak akan merekomendasikan club apapun. Tetapi yang tentu aku tidak mampu ialah membayangkan dirinya pindah ke Stoke City. Club akbar dari Liga Primer atau La Liga sesuai dengan gayanya sebagai pelatih.”

Posted on

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Perjalanan Menuju Berlin ,Juventus Kejutkan Eropa

Tidak diunggulkan, Juventus Berikan Eropa Kejutan dengan melaju ke final Liga Champions buat kali perdana dalam 12tahun terakhir.

Juventus ternyata berhasil mengakhiri penantian yang panjang dalam 12tahun demi menuju final Liga Champions, sesudah berhasil menahan Real Madrid 1-1 di Santiago Bernabeu, terhadap leg ke-2 semi-final, Kamis (14/5) dini hari WIB. La Vecchia Signora mempunyai wewenang melaju ke puncak, dengan hasil top agregat 3-2.

Kesuksesan itu bisa di bilang mengejutkan, sebab Juventus bukanlah unggulan Liga Champions periode ini. Walaupun teramat mendominasi di Serie A Italia, I Bianconeri tidak diperhitungkan dikarenakan kerap tersisih di fase-fase awal pertandingan. Periode dulu saja mereka tidak sukses lolos dari babak fase kelompok.

Lewat proses yang panjang & pembuktian mutu berulang kali, hasilnya Juventus bisa mematahkan segala prediksi sampai hingga di partai puncak, untuk mendapati trofi Liga Champions ke3. Dipimpin oleh pelatih cerdas dalam diri Massimiliano Allegri, La Fidanzata D’Italia menjadi tim yang amat sangat tangguh dalam pertahanan & mematikan dikala menyerang lawan.

Mulai Sejak dari runner-up Liga Champions dua masa terakhir, Atletico Madrid & Borussia Dortmund, tim kuda hitam AS Monaco, dan juga juara bertahan Real Madrid, Juventus bisa menebas mereka dengan cara tegas. Saat Ini Barcelona menjadi tim terakhir yang menjadi penghalang La Vecchia Omcidi dalam cita cita demi mengecup “Si Kuping Lebar”.

Apakah Sang Kekasih Italia mampu mewujudkannya saat bentrok 6 Juni esok nanti di Olympiastadion Berlin, Jerman?

Posted on

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Pep Guardiola untuk pertama kalinya kembali ke Camp Nou sebagai rival, tapi itu tak akan melunturkan kecintaan Cules terhadapnya.

Akhirnya momen tak terhindarkan itu datang juga. Sejak Pep Guardiola menukangi Bayern Munich pada 2013, setahun usai meninggalkan kursi kepelatihan di Barcelona, loyalis Blaugrana mengetahui cepat atau lambat reuni ini akan terjadi.

Dominasi kuat klub-klub tertentu, utamanya duo klub FCB dan Real Madrid, di panggung Liga Champions memang membuat pertemuan ini tidak terelakkan.

Guardiola, yang memegang tiket terusan Barca, sebelumnya telah kembali ke Camp Nou untuk menonton aksi Lionel Messi cs. menundukkan Manchester City 1-0 pada Maret, tapi laga Rabu (6/5) malam ini bakal menjadi kali pertama ia pulang sebagai musuh. Berada di bench yang berseberangan dengan The Catalans, meramu taktik untuk mengeliminasi mantan klubnya itu.

Fakta itu tak akan membuat publik tuan rumah kehilangan rasa cinta pada Guardiola, yang merupakan seorang suporter, ball boy, pemain junior, kapten, pelatih, dan legenda klub. Mustahil untuk memutus ikatan antara Guardiola dan Barcelona.

“Saya tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Ini pertama kalinya saya kembali ke Barcelona, ke rumah saya. Saya pernah bermain di sana dan melatih di sana. Jelas ini spesial untuk saya, Thiago [Alcantara], dan staf saya. Saya senang kami akan memiliki pengalaman ini. Ini akan menjadi pertandingan fantastis, tapi sangat sulit,” ungkap Guardiola antusias tak lama usai drawing semi-final bulan lalu.

“Ini laga special karena ada Pep di sana. Ini kencan luar biasa untuk semua fans Barca,” timpal Luis Enrique, eks rekan Pep yang kini memegang kemudi taktik Barcelona.

Saat bermain Guardiola sudah memperoleh julukan “mite”, sang mitos atau legenda. Di bawah komando Johan Cruyff, Pep adalah salah satu pilar penting El Barca kala menjuarai titel Liga Champions pertama pada 1992. Saat pergi sebagai entrenador dua dekade berselang dengan warisan 14 trofi, menjadikannya pelatih tersukses klub melampaui Cruyff, status Pep ibarat dewa.

Menjadi pelatih tersukses Barca mengungguli Johan Cruyff hanya dalam periode empat tahun.

Banyak orang mengerutkan alis ketika presiden Joan Laporta mengangkatnya sebagai bos anyar menggantikan Frank Rijkaard pada 2008, mengenyampingkan nama sekaliber Jose Mourinho yang saat itu diketahui juga jadi salah satu kandidat.

Riwayat kepelatihan yang hanya ditandai satu tahun membesut Barca B pada musim sebelumnya membuat Pep dianggap bau kencur. Tapi hanya orang-orang dekatnya yang mengetahui bahwa persona kelahiran Santpedor ini bahkan sudah mulai terlihat sebagai calon pelatih jempolan sewaktu masih bermain.

“Pep biasa berpartisipasi, berdiskusi, berbicara konstan, mengatur,” ungkap Guillermo Amor, mantan kawan satu tim Guardiola. Sementara mendiang Sir Bobby Robson menyebut Pep “selalu siap mengutarakan pikirannya.”

Pencapaian fenomenal Guardiola yang menghasilkan 14 titel hanya dalam empat musim – termasuk sextuple hanya dalam setahun kalender 2009 — di Barcelona kerap disepelekan kritikusnya yang menganggap ia diberkahi keberuntungan dengan skuat dahsyat, terutama satu bintang paten bernama Lionel Messi.

Pep santai saja menanggapinya dan mengakui: “Yep, kalau bukan karena Messi, saya akan menjadi pelatih divisi tiga.”

Well, Pep barangkali tak bisa sesukses itu tanpa Messi, tapi hal tersebut berlaku pula untuk Messi, yang amat terbantu oleh kejelian Pep memberikan peran false nine, yang membuat potensi terbaiknya bisa keluar dan menjadikannya jauh lebih produktif dalam mencetak gol.

Sang entrenador jugalah yang memberikan kesempatan debut senior kepada Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez di usia amat belia, dan memasangkan duet maut Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di sektor tengah seraya menendang keluar Deco dan Ronaldinho.

Di atas itu semua, warisan terbesar Pep adalah menjadikan permainan Azulgrana begitu atraktif dengan alunan tiki-taka mematikan. Ia mengejewantahkan dengan nyaris sempurna ajaran dari sang mentor Johan Cruyff dan mampu membuat mayoritas lawan merasakan aura invincibility El Barca.

Pada masa kejayaannya, mengalahkan Barca asuhan Pep adalah sebuah catatan istimewa, bahkan buat klub-klub top sekalipun, dan itu sejatinya sudah menjadi sebuah pujian tersendiri untuk El Pep’s Team.

Kembali ke konteks laga semi-final nanti malam, terlepas dari perasaan cinta mutual yang akan selalu hidup di antara kedua belah pihak, Guardiola dan Barcelona harus menghunus senjata masing-masing di arena pertempuran.

Barcelona di bawah kepemimpinan Enrique yang bertekad mengulangi prestasi skuat Pep merengkuh trigelar enam tahun silam, kontra sang mite yang siap menghalangi demi mewujudkan misinya sendiri memberikan gelar Eropa untuk Bayern Munich.

“Saya yakin Pep akan mendapat sambutan hangat karena arti dirinya sebagai pelatih di sini, karena dia telah memenangi sangat banyak, karena dia adalah salah satu dari mereka sendiri [fans],” kata Messi.

“Dia sempat berada di sini untuk waktu sangat lama. Kami melewati banyak hal bersama-sama dan melakukan hal-hal penting, kami memenangi banyak titel. Tapi begitu laga dimulai semua itu akan terlupakan.”

Guardiola sendiri dengan tegas menyatakan: “Kami ingin menang. Barcelona penting dalam hidup saya, tapi saya ingin menang.”

Sentimen akan terlupakan selama pertandingan, tapi sebelum dan sesudahnya, Josep “Pep” Guardiola i Sala akan selalu dielu-elukan Cules.