Posted on

Sevilla Waspadai Ancaman Mario Gomez & Mohamed Salah

Sevilla Waspadai Ancaman Mario Gomez & Mohamed Salah

Sevilla Waspadai Ancaman Mario Gomez & Mohamed Salah

Sevilla Waspadai Ancaman Mario Gomez & Mohamed Salah

Bos Sevilla ini berharap para pemainnya bersiap siaga untuk menghadapi duo maut La Viola dalam semi-final Liga Europa.

Pelatih Sevilla Unai Emery secara khusus meminta para pemainnya untuk mewaspadai potensi ancaman yang bakal ditebar oleh duo andalan Fiorentina, Mohamed Salah dan Mario Gomez, dalam bentrok kedua tim dalam leg pertama semi-final Liga Europa di Ramon Sanchez Pizjuan, Jumat (8/5) dini hari WIB.

Emery bersama pasukannya masih berupaya untuk mempertahankan trofi Liga Europa yang mereka raih musim lalu, namun mereka mendapat rintangan berat setelah dihadapkan dengan Fiorentina. Menurutnya, wakil Italia itu memiliki lini serang dahsyat yang membuat Sevilla tak boleh lengah sedikitpun sepanjang 90 menit.

“Lini belakang kami harus tetap kuat menghadapi Fiorentina. Mereka harus menjaga betul pergerakan Salah dan Mario Gomez. Lini tengah mereka juga patut diwaspadai karena terdapat Borja Valero, salah satu pemain yang dulu sempat kami incar,” ujar Emery dalam jumpa pers.

Selain itu, Emery juga tak ingin menanggapi rumor yang menyebut dirinya menjadi kandidat pengganti Filippo Inzaghi di kursi kepelatihan AC Milan.

“Saya sangat bahagia di Sevilla. Saya hanya berpikir tentang laga melawan Fiorentina ini. Saya tidak ingin menghabiskan energi dengan rumor tersebut,” imbuh pelatih berusia 43 tahun ini.

Posted on

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Pep Guardiola untuk pertama kalinya kembali ke Camp Nou sebagai rival, tapi itu tak akan melunturkan kecintaan Cules terhadapnya.

Akhirnya momen tak terhindarkan itu datang juga. Sejak Pep Guardiola menukangi Bayern Munich pada 2013, setahun usai meninggalkan kursi kepelatihan di Barcelona, loyalis Blaugrana mengetahui cepat atau lambat reuni ini akan terjadi.

Dominasi kuat klub-klub tertentu, utamanya duo klub FCB dan Real Madrid, di panggung Liga Champions memang membuat pertemuan ini tidak terelakkan.

Guardiola, yang memegang tiket terusan Barca, sebelumnya telah kembali ke Camp Nou untuk menonton aksi Lionel Messi cs. menundukkan Manchester City 1-0 pada Maret, tapi laga Rabu (6/5) malam ini bakal menjadi kali pertama ia pulang sebagai musuh. Berada di bench yang berseberangan dengan The Catalans, meramu taktik untuk mengeliminasi mantan klubnya itu.

Fakta itu tak akan membuat publik tuan rumah kehilangan rasa cinta pada Guardiola, yang merupakan seorang suporter, ball boy, pemain junior, kapten, pelatih, dan legenda klub. Mustahil untuk memutus ikatan antara Guardiola dan Barcelona.

“Saya tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Ini pertama kalinya saya kembali ke Barcelona, ke rumah saya. Saya pernah bermain di sana dan melatih di sana. Jelas ini spesial untuk saya, Thiago [Alcantara], dan staf saya. Saya senang kami akan memiliki pengalaman ini. Ini akan menjadi pertandingan fantastis, tapi sangat sulit,” ungkap Guardiola antusias tak lama usai drawing semi-final bulan lalu.

“Ini laga special karena ada Pep di sana. Ini kencan luar biasa untuk semua fans Barca,” timpal Luis Enrique, eks rekan Pep yang kini memegang kemudi taktik Barcelona.

Saat bermain Guardiola sudah memperoleh julukan “mite”, sang mitos atau legenda. Di bawah komando Johan Cruyff, Pep adalah salah satu pilar penting El Barca kala menjuarai titel Liga Champions pertama pada 1992. Saat pergi sebagai entrenador dua dekade berselang dengan warisan 14 trofi, menjadikannya pelatih tersukses klub melampaui Cruyff, status Pep ibarat dewa.

Menjadi pelatih tersukses Barca mengungguli Johan Cruyff hanya dalam periode empat tahun.

Banyak orang mengerutkan alis ketika presiden Joan Laporta mengangkatnya sebagai bos anyar menggantikan Frank Rijkaard pada 2008, mengenyampingkan nama sekaliber Jose Mourinho yang saat itu diketahui juga jadi salah satu kandidat.

Riwayat kepelatihan yang hanya ditandai satu tahun membesut Barca B pada musim sebelumnya membuat Pep dianggap bau kencur. Tapi hanya orang-orang dekatnya yang mengetahui bahwa persona kelahiran Santpedor ini bahkan sudah mulai terlihat sebagai calon pelatih jempolan sewaktu masih bermain.

“Pep biasa berpartisipasi, berdiskusi, berbicara konstan, mengatur,” ungkap Guillermo Amor, mantan kawan satu tim Guardiola. Sementara mendiang Sir Bobby Robson menyebut Pep “selalu siap mengutarakan pikirannya.”

Pencapaian fenomenal Guardiola yang menghasilkan 14 titel hanya dalam empat musim – termasuk sextuple hanya dalam setahun kalender 2009 — di Barcelona kerap disepelekan kritikusnya yang menganggap ia diberkahi keberuntungan dengan skuat dahsyat, terutama satu bintang paten bernama Lionel Messi.

Pep santai saja menanggapinya dan mengakui: “Yep, kalau bukan karena Messi, saya akan menjadi pelatih divisi tiga.”

Well, Pep barangkali tak bisa sesukses itu tanpa Messi, tapi hal tersebut berlaku pula untuk Messi, yang amat terbantu oleh kejelian Pep memberikan peran false nine, yang membuat potensi terbaiknya bisa keluar dan menjadikannya jauh lebih produktif dalam mencetak gol.

Sang entrenador jugalah yang memberikan kesempatan debut senior kepada Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez di usia amat belia, dan memasangkan duet maut Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di sektor tengah seraya menendang keluar Deco dan Ronaldinho.

Di atas itu semua, warisan terbesar Pep adalah menjadikan permainan Azulgrana begitu atraktif dengan alunan tiki-taka mematikan. Ia mengejewantahkan dengan nyaris sempurna ajaran dari sang mentor Johan Cruyff dan mampu membuat mayoritas lawan merasakan aura invincibility El Barca.

Pada masa kejayaannya, mengalahkan Barca asuhan Pep adalah sebuah catatan istimewa, bahkan buat klub-klub top sekalipun, dan itu sejatinya sudah menjadi sebuah pujian tersendiri untuk El Pep’s Team.

Kembali ke konteks laga semi-final nanti malam, terlepas dari perasaan cinta mutual yang akan selalu hidup di antara kedua belah pihak, Guardiola dan Barcelona harus menghunus senjata masing-masing di arena pertempuran.

Barcelona di bawah kepemimpinan Enrique yang bertekad mengulangi prestasi skuat Pep merengkuh trigelar enam tahun silam, kontra sang mite yang siap menghalangi demi mewujudkan misinya sendiri memberikan gelar Eropa untuk Bayern Munich.

“Saya yakin Pep akan mendapat sambutan hangat karena arti dirinya sebagai pelatih di sini, karena dia telah memenangi sangat banyak, karena dia adalah salah satu dari mereka sendiri [fans],” kata Messi.

“Dia sempat berada di sini untuk waktu sangat lama. Kami melewati banyak hal bersama-sama dan melakukan hal-hal penting, kami memenangi banyak titel. Tapi begitu laga dimulai semua itu akan terlupakan.”

Guardiola sendiri dengan tegas menyatakan: “Kami ingin menang. Barcelona penting dalam hidup saya, tapi saya ingin menang.”

Sentimen akan terlupakan selama pertandingan, tapi sebelum dan sesudahnya, Josep “Pep” Guardiola i Sala akan selalu dielu-elukan Cules.

Posted on

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer siap menunjukkan kepada Lionel Messi siapa “sang bos” di lapangan.

Sukses meredam Lionel Messi saat Jerman mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2014, Manuel Neuer hendak melakukannya lagi bersama Bayern Munich dalam duel semi-final Liga Champions menghadapi Barcelona.

Pada Rabu (6/5) malam waktu setempat, skuat Bavaria akan terlebih dahulu melawat ke Camp Nou pada leg pertama. Ini akan menandai pertemuan duel perdana Neuer dan Messi pasca-Maracana.

Kala itu La Pulga tak mampu berbuat banyak untuk membobol gawang Neuer, dan kali ini sang kiper meyakini adanya satu faktor krusial buat mengulangi hal tersebut.

“Saya memiliki banyak respek untuk Messi dan untuk segala yang telah dicapainya. Dia sangat rendah hati,” ungkap eks kapten Schalke 04 itu kepada L’Equipe.

“Tapi adalah krusial untuk menunjukkan otoritas ketika kami bertemu di lapangan dan menunjukkan kepadanya siapa sang bos. Saya melakukan hal yang sama di final Piala Dunia dan hal ini bekerja cukup baik.”

“Kami akan mencoba melakukan hal yang sama pada Rabu malam. Adalah vital untuk meraih posisi dominan dan menanamkan respek.”

“Kami mesti memanfaatkan keunggulan fisikal kami, karakter kami, dan menunjukkan ketajaman.”

Posted on

Penampilan Buruk Di Maria

Penampilan Buruk Di Maria

Penampilan Buruk Di MariaPenampilan yang didapatkan oleh Manchester United ternyata didampingi oleh penampilan buruk yang dilakukan oleh Angel Di Maria. Performa Angel Di Maria yang belakangan ini memang jadi bahan perbincangan. Pemain yang pernah bermain bersama dengan klub ternama Benfica tersebut tidak jarang mendapatkan komentar yang cukup buruk termasuk pada penampilannya saat melawan West Bromwich Albion di markas besar sendiri pada Minggu (3/5/2015) dini hari WIB.

Reaksi atas penampilan Angel Di Maria yang cukup buruk tidak sebatas hanya di dunia nyata tetapi di dunia sosial media pun ikut memberikan komentarnya kepada pemain team nasional Argentina itu. Komentar dan kritik yang cukup pedas dilayangkan para pengguna Twitter untuk Angel Di Maria pemain 27 tahun tersebut.

Beberapa komentar yang dikutip dari halaman Squawka pada Minggu (3/5/2015) menyebutkan bahwa Angel Di Maria adalah pemain yang tidak berguna. Beberapa dari mereka juga membandingkan dengan pemain lain.

Seperti yang di tweet oleh akun @DoronSalomon “Penampilan Angel Di Maria pada pertandingan ini akan membuat crossing terlihat bagus.” Fans Manchester United lainnya @Rryan_td yang berkomentar “Hal terburuk selain kekalahan itu sendiri adalah penampilan Angel Di Maria! Wayne Rooney juga sama!”

Salah satu fan fanatik Liverpool juga ikut bereaksi. Melalui akunnya yaitu @lovefutebol dia berkomentar “Angel Di Maria, pemain yang akan membuat Fernando Torres, sang pemain seharga 50 juta pounds, terlihat jauh lebih baik.”

Sementara fans Manchester United dengan akun @Abiokay menulis “Saya melihat Angel Di Maria bermain hari ini. Saya tidak bisa menangis. Maksudku, apa-apaan ini? Mengumpan ke kiper, terjatuh saat melakukan dribel bola.”