Posted on

Kisruh Pemogokan Di Spanyol Masih Buntu Solusi

Kisruh Pemogokan Di Spanyol Masih Buntu Solusi

Kisruh Pemogokan Di Spanyol Masih Buntu Solusi

Pertemuan LFP dengan AFE pada Selasa (12/5) belum membuahkan hasil sehingga La Liga terancam tak menyelenggarakan pertandingan pada akhir pekan ini.

Kisruh pemogokan yang terjadi di Spanyol terancam terus berlanjut setelah pertemuan antara pihak operator La Liga Spanyol (LFP) dengan Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE) di Madrid, Selasa (12/5) kemarin, tidak membuahkan hasil positif.

Sebelumnya, RFEF selaku PSSI-nya Spanyol dan AFE berencana melancarkan aksi mogok mulai pekan depan karena mengeluh tidak dilibatkan dalam pembahasan peraturan baru pemerintah yang mengatur pembagian hak siar. Seperti diketahui, peraturan anyar tersebut mengharuskan hak siar dibagi secara lebih merata kepada 20 klub La Liga.

Baik RFEF dan AFE merasa tidak puas dengan LFP yang secara sepihak mencanangkan peraturan baru tersebut. Akibatnya, seluruh pertandingan di jornada 37 dan 38 serta final Copa Del Rey kemungkinan besar akan mengalami penundaan. Pertemuan pun dilakukan untuk mengatasi persoalan ini, namun hingga tengah pekan ini, tidak ditemukan solusi definitif.

“Tidak ada kesepakatan dengan La Liga [LFP]. Tetapi, kami sudah duduk satu meja untuk membicarakan masalah ini. Kami sudah berbicara, tetapi kedua belah pihak tetap pada pendiriannya masing-masing. Kami masih akan terus mencoba, tetapi saat ini aksi pemogokan akan terus berlanjut,” ujar Luis Rubiales selaku presiden AFE.

Pertemuan lanjutan rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (13/5) sore waktu setempat yang akan dihadiri oleh presiden RFEF Angel Maria Villar. Jika masih belum juga ditemukan solusi, maka La Liga akan terancam mengalami chaos.

Duel penentu gelar antara Barcelona dan Atletico Madrid, yang sedianya digelar pada Minggu (17/5), bakal tertunda. Untuk mencari pengganti jadwal jelas sulit mengingat final Liga Champions akan bergulir pada 6 Juni dan langsung dilanjutkan dengan pagelaran Copa America 2015.

Posted on

Manuel Neuer Dan Thiago Alcantara Absen Dari Latihan

Manuel Neuer Dan Thiago Alcantara Absen Dari Latihan

Manuel Neuer Dan Thiago Alcantara Absen Dari Latihan

Namun pihak klub membantah bahwa kedua pemain akan absen dalam leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (13/5) dinihari esok.

Menjelang leg kedua semifinal Liga Champions menghadapi Barcelona, Bayern Munich dibuat khawatir dengan situasi kesehatan dua penggawanya, yaitu Thiago Alcantara dan Manuel Neuer. Kedua pemain tersebut dikabarkan absen dari latihan terakhir tim.

Bayern sendiri dipastikan tidak dapat menurunkan Arjen Robben, Franck Ribery, Holger Badstuber, dan David Alaba yang masih dibekap dengan cedera.

Tetapi, pihak klub memastikan bahwa Thiago dan Neuer baik-baik saja dan siap untuk diturunkan menghadapi Barca.

Pernyataan di situs resmi klub menyatakan: “Tidak ada alasan untuk khawatir karena kedua pemain telah melaporkan diri ke pusat latihan untuk merawat cedera ringan yang mereka alami dan akan fit untuk bertanding pada Selasa (waktu setempat).”

Selain itu, gelandang Sebastian Rode, yang absen dalam tiga pertandingan terakhir, telah kembali berlatih dan dapat menjadi opsi bagi Pep Guardiola untuk mengisi satu posisi di lini tengah.

Bayern harus mengejar defisit tiga gol jika mereka ingin menembus final Liga Champions yang akan diadakan di Berlin pada 6 Juni nanti.

Posted on

Josep Guardiola Tepis Alasan Kelelahan Bayern Munich

Josep Guardiola Tepis Alasan Kelelahan Bayern Munich

Josep Guardiola Tepis Alasan Kelelahan Bayern Munich

Pelatih Bayern Munich, Jose ” Pep” Guardiola, menepis alasan penurunan performa timnya disebabkan oleh kelelahan para anak asuhnya.

Josep Guardiola Tepis Alasan Kelelahan Bayern Munich

Pelatih Bayern Munich, Jose “Pep” Guardiola, menepis alasan penurunan performa timnya disebabkan oleh kelelahan para anak asuhnya.

Meski digdaya di Bundesliga dengan sudah memastikan gelar juara kendati kompetisi masih menyisakan empat laga, performa The Bavarian di Liga Champions memang tergolong inkonsisten.

Mario Gotze cs sudah kalah tiga kali dan imbang sekali dari 11 laga di Liga Champions musim ini. Kekalahan terakhir yang didapat dari Barcelona lewat skor 3-0, besar kemungkinan menendang Bayern keluar dari turnamen.

Torehan buruk itu disinyalir oleh publik dan media akibat deretan cedera dan kondisi fisik para penggawa FC Hollywood, yang tak lagi sempurna. Namun Pep dengan tegas membantahnya.

Berlawanan dengan kabar yang berembus belakangan ini, Pep Guardiola menekankan dirinya bakal tetap berada di balik kemudi Bayern Munich musim depan.

“Ketika Anda sudah sampai di babak semifinal Liga Champions, maka tidak ada namanya lelah. Kami bermain dengan lebih baik, kami mempunyai lebih banyak peluang dan kami mendominasi permainan pada leg pertama lalu. Sayangnya kami memang tidak bisa mencetak gol,” tegas Guardiola, seperti dikutip Bild.

Dalam bentrok dengan Barcelona tengah pekan nanti, Bayern masih belum akan diperkuat para pilarnya macam David Alaba, Franck Ribery, dan Arjen Robben.

Posted on

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Line-Up Juventus Kontra Real Madrid Belum Ditentukan

Allegri masih akan mempertimbangkan banyak hal sebelum memastikan skuatnya.

Juventus akan melakoni laga krusial menyambut leg kedua semi-final Liga Champions di Santiago Bernabeu pertengahan minggu depan.
Real Madrid sudah menunggu dengan tekad mengalahkan Juventus dan lolos ke final Liga Champions musim ini.

Untuk itu, Juventus melakukan persiapan khusus, termasuk mengistirahatkan sebagian besar pemain terbaiknya kala menjamu Cagliari dinihari tadi. Namun demikian, Massimiliano Allegri masih belum bisa memastikan siapa yang akan dimainkannya di Bernabeu nanti.

“Apakah saya memiliki keraguan mengenai susunan pemain saya? Lebih dari sekadar keraguan malahan. Saya memiliki banyak hal untuk dievaluasi,” kata Allegri, Minggu (10/5).

“Ada risiko di mana laga harus dituntaskan hingga babak perpanjangan waktu, makanya kami membutuhkan pemain dalam kondisi bugar.”

“Saya tak tahu bagaimana pilihan Carlo Ancelotti. Real Madrid memiliki teknik hebat dan kami harus memiliki pendekatan menyerang, karena kami tak memaksimalkan empat atau lima kelemahan kami di leg pertama.”

“Kami harus bisa mencetak gol di sana, karena bila yang terjadi sebaliknya, situasinya akan jadi berat,” tandasnya.

Berbekal kemenangan 2-1 di leg pertama, Juventus minimal membutuhkan hasil seri untuk lolos ke final Liga Champions musim ini.

Posted on

Bursa Taruhan Masih Unggulkan Chelsea Atas Liverpool

Bursa Taruhan Masih Unggulkan Chelsea Atas Liverpool

Bursa Taruhan Masih Unggulkan Chelsea Atas Liverpool

Bursa Taruhan Masih Unggulkan Chelsea Atas Liverpool

Chelsea memastikan meraih gelar juara Liga Primer Inggris, tapi bukan berarti mereka bisa begitu saja menyerahkan kemenangan ke Liverpool.

Bursa taruhan masih menjagokan Chelsea memenangi duel di Stamford Bridge melawan Liverpool dalam lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan ini.
Hal ini terbilang di luar dugaan mengingat sejumlah analis memprediksi Jose Mourinho akan memaksimalkan potensi pemain yang belum banyak dimainkannya di musim ini untuk menambah jam terbang mereka, mengingat Chelsea sudah memastikan sebagai juara Liga Primer di musim ini.

Itu berarti Chelsea sejatinya sudah tak memiliki lagi kepentingan di tiga laga terakhir mereka. Hasil apa pun yang diraih tak akan mengganggu status dan posisi mereka sebagai pemuncak klasemen.

Sebaliknya, Liverpool memiliki kepentingan besar untuk laga ini. Skuat asuhan Brendan Rodgers masih membutuhkan angka untuk bisa menembus empat besar di akhir musim.

Hanya saja, fakta sejarah tak berpihak pada Liverpool. Tiap berhadapan dengan Mourinho dan skuatnya di sepuluh laga Liga Primer, Chelsea hanya kalah sekali dan delapan partai lain mencatat kemenangan. Liverpool hanya bisa meraih satu hasil imbang.

Fakta lain, Chelsea sejak dinakhodai Mourinho telah memimpin timnya melakoni 96 laga Liga Primer di Stamford Bridge dan hanya mencatat satu kekalahan.

Bisa jadi karena alasan itu Chelsea lebih diunggulkan meraih kemenangan (2,09) dibanding Liverpool (3,40) pada laga besok.

Tapi Liverpool bukannya tak punya kesempatan, setidaknya meraih hasil imbang (3,35) di kandang Chelsea. Dari empat partai terakhir di Stamford Bridge di ajang Liga Primer, hanya sekali Liverpool mengalami kekalahan.

Liverpool juga setidaknya bisa menjagokan Simon Mignolet di bawah mistar gawang. Sejauh ini, dia menjadi kiper terbanyak melakukan clean sheets dengan 13 kali, sama dengan torehan Fraser Forster.

Itu berarti, dibutuhkan kreativitas lebih dari para penggawa Chelsea untuk bisa menjebol gawang Liverpool. Eden Hazard bisa diandalkan karena penggawa The Blues itu menjadi pemain yang menciptakan peluang terbanyak dari permainan terbuka di Liga Primer musim ini (88) dan juga mampu mengecoh lawan dengan dribelnya di 160 kesempatan.

Sementara Cesc Fabregas memiliki jumlah assist paling banyak di lima kompetisi terbesar Eropa (30), bahkan mengungguli Lionel Messi (29).

Posted on

Mauricio Pochettino Ingin Pulangkan Gareth Bale Ke Tottenham Hotspur

Mauricio Pochettino Ingin Pulangkan Gareth Bale Ke Tottenham Hotspur

Mauricio Pochettino Ingin Pulangkan Gareth Bale Ke Tottenham Hotspur

Mauricio Pochettino Ingin Pulangkan Gareth Bale Ke Tottenham Hotspur

Kritik terhadap sayap Real Madrid ini masih belum berhenti sehingga membuat Mauricio Pochettino prihatin.

Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino memberikan rasa simpatinya kepada Gareth Bale setelah pemain sayap asal Wales itu mendapat kritik tajam akibat performanya yang belakangan tak memuaskan di Real Madrid.

Di musim keduanya di Santiago Bernabeu, eks sayap Tottenham ini memang sering mendapat celaan. Yang terkini, banyak pihak merasa tak puas dengan penampilan Bale saat Madrid ditaklukkan Juventus 2-1 di leg pertama semi-final Liga Champions, Selasa (5/5) lalu.

Menanggapi situasi tersebut, Pochettino meminta Bale untuk tetap sabar sembari secara bercanda memintanya untuk kembali ke White Hart Lane.

“Jika dia tidak merasa nyaman di Madrid, kami akan memberikan tempat yang hangat di sini. Kami terbuka untuknya!” ujar Pochettino ringan.

“Tentu saja tak mudah bagi seorang pemain yang datang di klub besar seperti Real Madrid. Gareth Bale memiliki kualitas untuk menjadi pemain sukses. Dia hanya butuh waktu. Budaya dan cuaca di Spanyol sangatlah berbeda sehingga akan menyulitkan untuk beradaptasi ketika Anda datang dari Inggris,” tutur Pochettino membela.

Posted on

Sevilla Waspadai Ancaman Mario Gomez & Mohamed Salah

Sevilla Waspadai Ancaman Mario Gomez & Mohamed Salah

Sevilla Waspadai Ancaman Mario Gomez & Mohamed Salah

Sevilla Waspadai Ancaman Mario Gomez & Mohamed Salah

Bos Sevilla ini berharap para pemainnya bersiap siaga untuk menghadapi duo maut La Viola dalam semi-final Liga Europa.

Pelatih Sevilla Unai Emery secara khusus meminta para pemainnya untuk mewaspadai potensi ancaman yang bakal ditebar oleh duo andalan Fiorentina, Mohamed Salah dan Mario Gomez, dalam bentrok kedua tim dalam leg pertama semi-final Liga Europa di Ramon Sanchez Pizjuan, Jumat (8/5) dini hari WIB.

Emery bersama pasukannya masih berupaya untuk mempertahankan trofi Liga Europa yang mereka raih musim lalu, namun mereka mendapat rintangan berat setelah dihadapkan dengan Fiorentina. Menurutnya, wakil Italia itu memiliki lini serang dahsyat yang membuat Sevilla tak boleh lengah sedikitpun sepanjang 90 menit.

“Lini belakang kami harus tetap kuat menghadapi Fiorentina. Mereka harus menjaga betul pergerakan Salah dan Mario Gomez. Lini tengah mereka juga patut diwaspadai karena terdapat Borja Valero, salah satu pemain yang dulu sempat kami incar,” ujar Emery dalam jumpa pers.

Selain itu, Emery juga tak ingin menanggapi rumor yang menyebut dirinya menjadi kandidat pengganti Filippo Inzaghi di kursi kepelatihan AC Milan.

“Saya sangat bahagia di Sevilla. Saya hanya berpikir tentang laga melawan Fiorentina ini. Saya tidak ingin menghabiskan energi dengan rumor tersebut,” imbuh pelatih berusia 43 tahun ini.

Posted on

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan “Sang Mitos” Ke Camp Nou

Menyambut Kepulangan "Sang Mitos" Ke Camp Nou

Pep Guardiola untuk pertama kalinya kembali ke Camp Nou sebagai rival, tapi itu tak akan melunturkan kecintaan Cules terhadapnya.

Akhirnya momen tak terhindarkan itu datang juga. Sejak Pep Guardiola menukangi Bayern Munich pada 2013, setahun usai meninggalkan kursi kepelatihan di Barcelona, loyalis Blaugrana mengetahui cepat atau lambat reuni ini akan terjadi.

Dominasi kuat klub-klub tertentu, utamanya duo klub FCB dan Real Madrid, di panggung Liga Champions memang membuat pertemuan ini tidak terelakkan.

Guardiola, yang memegang tiket terusan Barca, sebelumnya telah kembali ke Camp Nou untuk menonton aksi Lionel Messi cs. menundukkan Manchester City 1-0 pada Maret, tapi laga Rabu (6/5) malam ini bakal menjadi kali pertama ia pulang sebagai musuh. Berada di bench yang berseberangan dengan The Catalans, meramu taktik untuk mengeliminasi mantan klubnya itu.

Fakta itu tak akan membuat publik tuan rumah kehilangan rasa cinta pada Guardiola, yang merupakan seorang suporter, ball boy, pemain junior, kapten, pelatih, dan legenda klub. Mustahil untuk memutus ikatan antara Guardiola dan Barcelona.

“Saya tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Ini pertama kalinya saya kembali ke Barcelona, ke rumah saya. Saya pernah bermain di sana dan melatih di sana. Jelas ini spesial untuk saya, Thiago [Alcantara], dan staf saya. Saya senang kami akan memiliki pengalaman ini. Ini akan menjadi pertandingan fantastis, tapi sangat sulit,” ungkap Guardiola antusias tak lama usai drawing semi-final bulan lalu.

“Ini laga special karena ada Pep di sana. Ini kencan luar biasa untuk semua fans Barca,” timpal Luis Enrique, eks rekan Pep yang kini memegang kemudi taktik Barcelona.

Saat bermain Guardiola sudah memperoleh julukan “mite”, sang mitos atau legenda. Di bawah komando Johan Cruyff, Pep adalah salah satu pilar penting El Barca kala menjuarai titel Liga Champions pertama pada 1992. Saat pergi sebagai entrenador dua dekade berselang dengan warisan 14 trofi, menjadikannya pelatih tersukses klub melampaui Cruyff, status Pep ibarat dewa.

Menjadi pelatih tersukses Barca mengungguli Johan Cruyff hanya dalam periode empat tahun.

Banyak orang mengerutkan alis ketika presiden Joan Laporta mengangkatnya sebagai bos anyar menggantikan Frank Rijkaard pada 2008, mengenyampingkan nama sekaliber Jose Mourinho yang saat itu diketahui juga jadi salah satu kandidat.

Riwayat kepelatihan yang hanya ditandai satu tahun membesut Barca B pada musim sebelumnya membuat Pep dianggap bau kencur. Tapi hanya orang-orang dekatnya yang mengetahui bahwa persona kelahiran Santpedor ini bahkan sudah mulai terlihat sebagai calon pelatih jempolan sewaktu masih bermain.

“Pep biasa berpartisipasi, berdiskusi, berbicara konstan, mengatur,” ungkap Guillermo Amor, mantan kawan satu tim Guardiola. Sementara mendiang Sir Bobby Robson menyebut Pep “selalu siap mengutarakan pikirannya.”

Pencapaian fenomenal Guardiola yang menghasilkan 14 titel hanya dalam empat musim – termasuk sextuple hanya dalam setahun kalender 2009 — di Barcelona kerap disepelekan kritikusnya yang menganggap ia diberkahi keberuntungan dengan skuat dahsyat, terutama satu bintang paten bernama Lionel Messi.

Pep santai saja menanggapinya dan mengakui: “Yep, kalau bukan karena Messi, saya akan menjadi pelatih divisi tiga.”

Well, Pep barangkali tak bisa sesukses itu tanpa Messi, tapi hal tersebut berlaku pula untuk Messi, yang amat terbantu oleh kejelian Pep memberikan peran false nine, yang membuat potensi terbaiknya bisa keluar dan menjadikannya jauh lebih produktif dalam mencetak gol.

Sang entrenador jugalah yang memberikan kesempatan debut senior kepada Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez di usia amat belia, dan memasangkan duet maut Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di sektor tengah seraya menendang keluar Deco dan Ronaldinho.

Di atas itu semua, warisan terbesar Pep adalah menjadikan permainan Azulgrana begitu atraktif dengan alunan tiki-taka mematikan. Ia mengejewantahkan dengan nyaris sempurna ajaran dari sang mentor Johan Cruyff dan mampu membuat mayoritas lawan merasakan aura invincibility El Barca.

Pada masa kejayaannya, mengalahkan Barca asuhan Pep adalah sebuah catatan istimewa, bahkan buat klub-klub top sekalipun, dan itu sejatinya sudah menjadi sebuah pujian tersendiri untuk El Pep’s Team.

Kembali ke konteks laga semi-final nanti malam, terlepas dari perasaan cinta mutual yang akan selalu hidup di antara kedua belah pihak, Guardiola dan Barcelona harus menghunus senjata masing-masing di arena pertempuran.

Barcelona di bawah kepemimpinan Enrique yang bertekad mengulangi prestasi skuat Pep merengkuh trigelar enam tahun silam, kontra sang mite yang siap menghalangi demi mewujudkan misinya sendiri memberikan gelar Eropa untuk Bayern Munich.

“Saya yakin Pep akan mendapat sambutan hangat karena arti dirinya sebagai pelatih di sini, karena dia telah memenangi sangat banyak, karena dia adalah salah satu dari mereka sendiri [fans],” kata Messi.

“Dia sempat berada di sini untuk waktu sangat lama. Kami melewati banyak hal bersama-sama dan melakukan hal-hal penting, kami memenangi banyak titel. Tapi begitu laga dimulai semua itu akan terlupakan.”

Guardiola sendiri dengan tegas menyatakan: “Kami ingin menang. Barcelona penting dalam hidup saya, tapi saya ingin menang.”

Sentimen akan terlupakan selama pertandingan, tapi sebelum dan sesudahnya, Josep “Pep” Guardiola i Sala akan selalu dielu-elukan Cules.

Posted on

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer Siap Bendung Kembali Lionel Messi

Manuel Neuer siap menunjukkan kepada Lionel Messi siapa “sang bos” di lapangan.

Sukses meredam Lionel Messi saat Jerman mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2014, Manuel Neuer hendak melakukannya lagi bersama Bayern Munich dalam duel semi-final Liga Champions menghadapi Barcelona.

Pada Rabu (6/5) malam waktu setempat, skuat Bavaria akan terlebih dahulu melawat ke Camp Nou pada leg pertama. Ini akan menandai pertemuan duel perdana Neuer dan Messi pasca-Maracana.

Kala itu La Pulga tak mampu berbuat banyak untuk membobol gawang Neuer, dan kali ini sang kiper meyakini adanya satu faktor krusial buat mengulangi hal tersebut.

“Saya memiliki banyak respek untuk Messi dan untuk segala yang telah dicapainya. Dia sangat rendah hati,” ungkap eks kapten Schalke 04 itu kepada L’Equipe.

“Tapi adalah krusial untuk menunjukkan otoritas ketika kami bertemu di lapangan dan menunjukkan kepadanya siapa sang bos. Saya melakukan hal yang sama di final Piala Dunia dan hal ini bekerja cukup baik.”

“Kami akan mencoba melakukan hal yang sama pada Rabu malam. Adalah vital untuk meraih posisi dominan dan menanamkan respek.”

“Kami mesti memanfaatkan keunggulan fisikal kami, karakter kami, dan menunjukkan ketajaman.”

Posted on

Penampilan Buruk Di Maria

Penampilan Buruk Di Maria

Penampilan Buruk Di MariaPenampilan yang didapatkan oleh Manchester United ternyata didampingi oleh penampilan buruk yang dilakukan oleh Angel Di Maria. Performa Angel Di Maria yang belakangan ini memang jadi bahan perbincangan. Pemain yang pernah bermain bersama dengan klub ternama Benfica tersebut tidak jarang mendapatkan komentar yang cukup buruk termasuk pada penampilannya saat melawan West Bromwich Albion di markas besar sendiri pada Minggu (3/5/2015) dini hari WIB.

Reaksi atas penampilan Angel Di Maria yang cukup buruk tidak sebatas hanya di dunia nyata tetapi di dunia sosial media pun ikut memberikan komentarnya kepada pemain team nasional Argentina itu. Komentar dan kritik yang cukup pedas dilayangkan para pengguna Twitter untuk Angel Di Maria pemain 27 tahun tersebut.

Beberapa komentar yang dikutip dari halaman Squawka pada Minggu (3/5/2015) menyebutkan bahwa Angel Di Maria adalah pemain yang tidak berguna. Beberapa dari mereka juga membandingkan dengan pemain lain.

Seperti yang di tweet oleh akun @DoronSalomon “Penampilan Angel Di Maria pada pertandingan ini akan membuat crossing terlihat bagus.” Fans Manchester United lainnya @Rryan_td yang berkomentar “Hal terburuk selain kekalahan itu sendiri adalah penampilan Angel Di Maria! Wayne Rooney juga sama!”

Salah satu fan fanatik Liverpool juga ikut bereaksi. Melalui akunnya yaitu @lovefutebol dia berkomentar “Angel Di Maria, pemain yang akan membuat Fernando Torres, sang pemain seharga 50 juta pounds, terlihat jauh lebih baik.”

Sementara fans Manchester United dengan akun @Abiokay menulis “Saya melihat Angel Di Maria bermain hari ini. Saya tidak bisa menangis. Maksudku, apa-apaan ini? Mengumpan ke kiper, terjatuh saat melakukan dribel bola.”